Tujuh Alat Peringatan Dini Bencana di Pesisir Selatan Kulonprogo Rusak

Seorang pengunjung sedang bersantai di pantai Trisik, kapanewon Galur, Kulonprogo, pada Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
17 September 2021 15:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sebanyak tujuh early warning system (EWS) milik BPBD Kulonprogo di sejumlah titik yang berada di sepanjang pantai selatan di wilayah Kulonprogo rusak. BPBD telah mengadukan hal tersebut ke Pemda DIY.

Rusaknya EWS dikhawatirkan mengganggu upaya peringatan dini oleh BPBD jika sewaktu-waktu terjadi bencana, seperti tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan kerusakan EWS yang terdapat di sejumlah titik tersebut mulai dari kerusakan tingkat sedang hingga berat. Jawatannya sudah memberitahukan ihwal tersebut ke Pemda DIY.

Baca juga: Anak di Bawah Usia 12 Tahun Bisa Masuk Objek Wisata

"Dari delapan buah EWS milik BPBD hasil dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kondisinya saat ini rusak sedang hingga berat. Sedangkan, satu EWS milik BMKG dalam kondisi yang baik," kata Joko Satyo pada Jumat (17/9/2021).

Dikatakan Joko, BPBD Kulonprogo telah mengusulkan upaya perbaikan ke Bappeda provinsi terkait dengan upaya perbaikan EWS pantai selatan di wilayah Kulonprogo. Usulan tersebut juga telah dikawal oleh BPBD DIY.

"Mudah-mudahan di 2022 nantinya bisa dilakukan perbaikan ya. Perbaikan di tahun 2019 dan 2020 kan sudah jelas ya ada refocusing dikarenakan pandemi Covid-19. Kegiatan banyak ya dialihkan soal pendanaannya. Apalagi yang baru sebatas usulan, program yang sudah berjalan saja banyak yang dihapus," ujar Joko.

Baca juga: Fasilitas Isoter Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kasus di Akhir Pekan

Lebih lanjut, upaya sosialisasi menjadi solusi yang dilakukan oleh Joko dan jawatannya. Setiap ada agenda yang mengambil tempat di pesisir selatan, BPBD Kulonprogo tak henti-hentinya mengimbau masyarakat akan bahaya potensi tsunami.

"Setiap kesempatan kami selalu mengimbau dan menyosialisasikan kepada masyarakat di pesisir pantai agar selalu waspada terhadap potensi bahaya tsunami. Jadi kalau ada gempa besar masyarakat segera menjauhi pantai," imbuh Joko.