Fasilitas Isoter Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kasus di Akhir Pekan

Sultan HB X didampingi Walikota Jogja, Haryadi Suyuti meninjau langsung Selter Rusunawa Bener beberapa waktu lalu. - Ist/Diskominfo
17 September 2021 08:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja tetap menyiagakan fasilitas isolasi terpusat (isoter) meski kondisi kasus harian dan kasus aktif terus menurun selama penerapan PPKM level 3. Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat cukup signifikan.

"Kami tetap menyiapkan fasilitas isoter agar selalu siap melayani pasien yang akan menjalani isolasi mandiri. Meskipun saat ini tingkat keterisiannya berkurang drastis, tenaga kesehatan dan fasilitas lain sebagainya itu tetap siaga," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Jogja Okto Heru Santosa, Kamis (16/9/2021).

Okto menyebutkan dua fasilitas isoter yang dikelola Pemkot Jogja saat ini tingkat keterisiannya menurun sangat drastis dibandingkan saat Juni dan Juli lalu. Isoter Bener, Tegalrejo, hanya berisi tiga pasien dari kapasitas sebanyak 42 unit. "Sementara Isoter Gemangan sekarang kosong dari kapasitas sebanyak 15 unit," ujar dia.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mewanti-wanti masyarakat untuk tetap mengurangi mobilitas dan menerapkan prokes di masa perpanjangan PPKM level 3 ini. Di akhir pekan, Heroe menyoroti soal tingginya mobilitas masyarakat yang disinyalir berpotensi pada melonjaknya kasus Covid-19.

"Tantangannya adalah penerapan prokes. Apalagi di akhir pekan. Isoter ini akan tetap kita siapkan karena mau tidak mau itu untuk antisipasi kalau ada peningkatan kasus, semisal akhir pekan yang banyak orang datang ke Jogja, harapannya kan tidak ada kasus tambah. Tapi kalau ada kasus tambah, isoter itu mesti siap agar mengurangi kasus dan paparan tidak meluas," ujar Heroe.

Dia memastikan bahwa fasilitas isoter akan tetap melayani kebutuhan isoman pasien Covid-19 agar kasus tidak meluas ke lingkungan keluarga, lingkungan kerja maupun perumahan penduduk. Oleh karenanya, Heroe menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat bawah agar pasien isoman segera dipindahkan ke fasilitas isoter untuk mengendalikan kasus Covid-19.

"Sudah saya sampaikan juga ke pemerintah di tingkat bawah agar kalau ada kasus baru sebisa dan secepat mungkin itu dibawa ke isoter saja dengan harapan tidak terjadi pertambahan kasus. Kalau tidak mau pasiennya ke isoter, mau tidak mau wilayahnya yang harus disekat. Jadi dua pilihan itu wajib untuk mengendalikan kasus," katanya. 

Heroe menambahkan saat ini juga sekitar 95,3 persen wilayah RT sudah masuk ke dalam klasifikasi zona hijau dengan zona kuning sebanyak 115 RT. Sementara untuk RT yang masuk ke dalam klasifikasi zona merah dan oranye nihil di Kota Jogja. "Tidak ada oranye dan merah lagi, hanya tinggal kuning saja sekitar 115 RT. Itu sudah sama seperti masa di bulan puasa lalu," kata dia.