BPBD Siapkan Kaltana Sumberagung Mitigasi Angin Kencang

Sejumlah anggota Kaltana Sumberagung mengikuti pembekalan yang diberikan oleh BPBD Sleman dan BPBD DIY, di kantor Kalurahan Sumberagung, Senin (20/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
20 September 2021 18:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 30 anggota Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Sumberagung, Kapanewon Moyudan akan dikukuhkan pada Jumat (24/9/2021), setelah mendapat 10 kali pembekalan materi dan gladi posko, mereka diberi amanat untuk edukasi dan mitigasi kebencanaan di wilayahnya.

Kasi Pemerintahan kalurahan Sumberagung yang terlibat sebagai salah satu anggota Kaltana Sumberagung, Chandra Bayu Wijaya, menjelaskan selama pembekalan, telah dipetakan potensi bencana terbesar yang dapat terjadi di Sumberagung adalah angin kencang.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, maka dalam gladi posko yang akan digelar tepat sebelum pengukuhan di aula kantor Kalurahan Sumberagung, akan dilakukan simulasi mitigasi bencana angin kencang yang terjadi di dua dusun.

Baca juga: Petugas Palang Rel di Klaten Selamatkan Orang yang Berbaring di Rel untuk Bunuh Diri

Ia mengungkapkan angin kencang dapat terjadi lantaran di sebelah utara Kalurahan Sumberagung dulu ada perbukitan yang kini tanahnya telah diambil menjadi perumahan. “Maka ada kemungkinan angin dari utara semakin kencang saat terjadi hujan deras,” ujarnya, Senin (20/9/2021).

Sebelum gladi posko, Kaltana Sumberagung terlebih dahulu mendapatkan pembekalan sebanyak 10 kali dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, yang telah terlaksana sejak Juni lalu, namun sempat terhenti akibat kasus Covid-19 naik, dan baru dilanjutkan mulai Sabtu (18/9/2021) lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Sleman, Hendri Darma Wijaya, mengatakan Kaltana memiliki tugas terkait kebencanaan yang meliputi tiga tahap, yakni pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Saat tidak ada bencana mereka sosialisasi ke masyarakat. Anggotanya ada seperti Pak Dukuh, karang taruna, mereka sosialisasikan ke warga tentang ancaman bencana dan penanganannya.

Baca juga: ASN yang Jual Beli Jabatan di Penerimaan CPNS Bakal Dipecat

“Kemudian saat terjadi bencana, mereka sudah ada tim, ada evakuasi, kesehatan, informasi, evakuasi dan lainnya, yang akan bergerak. Lalu setelah bencana selesai, Kaltana akan melakukan assessment, yakni mendata kerusakan apa saja yang terjadi, untuk mendapat tindak lanjut berupa bantuan dan sebagainya,” kata dia.

Kasubbid Pencegahan BPBD DIY, Enaryaka, mengatakan pada September ini untuk Kalurahan Sleman ada dua Kaltana yang dibentuk, yakni Kalurahan balecatur, Kapanewon gamping dan Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan. Targetnya, seluruh kalurahan dapat terbentuk Kaltana sehingga siap setiap saat baik saat tidak terjadi maupun terjadi bencana.

Selain pembekalan dan pengukuhan, BPBD DIY juga memberikan sejumlah peralatan kepada Kaltana, diantaranya rambu evakuasi titik kumpul dan alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). “Serta akan dapat peralatan penanggulangan bencana yang diserahkan pada akhir tahun,” katanya. (ADV)