PTM di Sleman Bersamaan dengan Penilaian Tengah Semester

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
21 September 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Sleman baru dilakukan untuk tingkat SMA. PTM untuk SMA ini digelar saat siswa melaksanakan penilaian tengah semester (PTS). PTS digelar sejak Senin (20/9) hingga Senin (27/9) mendatang.

Kepala SMAN 1 Gamping Sunarya mengatakan pelaksanaan PTM di sekolahnya digelar sesuai dengan ketentuan pemerintah. Uji coba PTM tersebut, lanjut Sunarya sudah dilakukan untuk ketiga kalinya. Dua kali sebelum pemberlakukan PPKM, dan saat DIY masuk PPKM Level 3.

BACA JUGA : Pembelajaran Tatap Muka di Jogja Lancar, Kapasitas Kelas 50% dan Durasi Belajar Hanya 3 Jam

"Kebetulan [siswa/siswi] sedang ujian tengah semester dan kami dengan CBT [computer based test] lokal internet. Alhamdulillah lancar," kata Sunarya kepada Harianjogja.com, Senin (20/9/2021).

Ia menjelaskan, PTM digelar dengan ketentuan maksimal 50% siswa dalam satu kelas. Jika dalam satu kelas ada 36 siswa, maka yang boleh masuk sebanyak 18 siswa. Sementara siswa lainnya mengikuti PTS melalui daring dari rumah. "Siswa yang menjalani PTS di rumah juga menggunakan jaringan lokal. Jadi tidak bisa menggunakan akses jaringan lain [untuk cegah kecurangan]," katanya.

Wakil Kepala SMAN 1 Gamping Bidang Kurikulum, Dwi Putra Indarti. Dia menjelaskan, pelaksanaan PTS baik yang digelar secara luring maupun daring sudah tersistem. Begitu juga dengan siswa/siswi yang mengikuti ujian. Baik kelas X maupun XII, jurusan MIPA maupun IPS, kata Indarti, diperlakukan sama.

Dalam sehari, siswa mengerjakan tiga mata pelajaran. Ada juga yang dalam sehari dua mata pelajaran. Jika kedapatan siswa kejatah PTS secara luring namun tidak masuk, maka ia akan diikutkan ujian susulan pada Oktober mendatang. "Hal ini untuk menjaga rasa keadilan bagi seluruh siswa. Kalau dibebaskan mau luring atau daring, tentu semua siswa akan memilih daring," katanya.

BACA JUGA : 10 Persen SMP di Bantul Bakal Uji Coba PTM 

Diakui Indarti, belum semua orangtua siswa memberikan izin untuk kegiatan PTM saat kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Meski begitu, lebih dari 80% siswa di sekolah tersebut sudah divaksinasi Covid-19. Begitu juga dengan guru dan tenaga kependidikannnya. PTM juga digelar sesuai protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah.

"Beberapa siswa belum divaksin, ada yang karena menjadi penyintas Covid-19. Ada juga enam siswa yang orangtuanya masih menunggu vaksin Nusantara. Itu tidak apa, karena secara persyaratan vaksinasi, kami sudah memenuhi syarat," ujarnya.