Muncul Dugaan Penjualan Masker Bekas, Ini Respons Dinkes Sleman

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Nina Atmasari
21 September 2021 08:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Merespon tingginya penggunaan masker dan munculnya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual masker bekas, masyarakat diharapkan dapat mengelola limbah masker dengan benar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan jika mengacu pada Pedoman Pengelolaan Limbah Masker dari Masyarakat yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan, masker yang digunakan oleh masyarakat bukan termasuk kategori limbah medis yang diperlakukan seperti limbah medis di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

BACA JUGA : Viral di Medsos, Diduga Penjualan Masker Bekas di Jogja

Adapun masker yang dipakai masyarakat di luar fasyankes itu masuk ke dalam kategori limbah domestic, yang perlakuannya sama dengan pengelolaan limbah domestik sesuai UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Meski demikian, untuk mengurangi resiko kesehatan, prosedur pengelolaan pada limbah masker tetap harus diperhatikan masyarakat. "Kita semua harus berperan dengan mengelola masker bekas pakai,” ujarnya, Senin (20/9/2021).

Diawali dengan mengumpulkan masker bekas pakai pribadi. kemudian lakukan desinfeksi kepada masker-masker tersebut dengan cara merendam masker yang telah digunakan pada larutan disinfektan, klorin atau bisa juga pemutih. Selanjutnya ubah bentuk masker tersebut agar tidak sama lagi dengan masker baru, bisa dipotong talinya atau disobek.

BACA JUGA : Jangan Sembarangan! Begini Cara Membuang Masker

Setelah itu, barulah masker dapat dibuang ke tempat sampah domestik. Setelah selesai menjalankan semua langkah tersebut, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer untuk memastikan tangan dalam kondisi bersih.