Uji Coba Wisata, Penggunaan Aplikasi Visiting Jogja & PeduliLindungi Berjalan Lancar

Wisatawan melakukan scan QR Cide aplikasi PeduliLindungi saat akan masuk ke Pinus Sari Mangunan, Bantul. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
22 September 2021 06:57 WIB Ujang Hasanudin, Catur Dwi Janati & Abdul Hamid Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Uji coba pembukaan objek wisata di DIY sudah mulai berjalan. Tiga destinasi yang mendapat kesempatan membuka untuk pertama kalinya selama masa uji coba ini adalah Gembira Loka Zoo Kota Jogja, Tebing Breksi Sleman dan Pinus Sari Mangunan Bantul.

Selama pemberlakuan uji coba ini wisatawan harus menggunakan setidaknya dua aplikasi yaitu Visiting Jogja sebagai platform untuk reservasi dan PeduliLindungi untuk memastikan bahwa mereka telah divaksinasi. Secara umum penerapan uji coba ini berjalan lancar.

Manajer Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi Hermawan menjelaskan sejauh ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi lancar atau tidak ada masalah. Terdapat dua titik barcode di pintu timur masuk Gembira Loka Zoo. Semua pengunjung dipastikan diarahkan untuk memindai QR-code tersebut. Jika hasilnya menunjukan warna hijau dan kuning akan dipersilahkan untuk masuk. Namun jika menunjukan warna merah atau hitam akan ditolak masuk.

Pihak Gembira Loka Zoo juga menyediakan Wifi gratis yang bisa diakses pengunjung, karena banyak pengunjung yang belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi, “Untuk mengantisipasi jaringan signal di telepon pengunjung bermasalah kami arahkan untuk menggunakan Wifi,” kata Yosi.

GL Zoo setiap hari juga melaporkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi tersebut kepada pemerintah pusat. Yosi menambahkan protokol kesehatan di Gembira Loka Zoo sudah disiapkan. Semua karyawan berikut keluarganya sudah menjalani vaksinasi sampai dosis kedua sejak beberapa bulan lalu, ada tim untuk memantau pengunjung supaya menjaga jarak dan mengenakan masker. Wahana tertutup seperti akuarium juga ditutup sementara atau belum bisa dikunjungi. Bahkan taman burung meskipun terbuka namun rawan terjadi kerumunan ditutup sementara.

Tebing Breksi

Pengelola Tebing Breksi cukup tegas menerapkan aturan selama masa uji coba pembukaan destinasi wisata. Jika wisatawan yang datang tidak memenuhi syarat, seperti tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, pengelola tetap tidak memperkenankan masuk ke lokasi wisata.

Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto mengatakan setidaknya ada enam rombongan bus yang terpaksa tidak diperkenankan masuk ke destinasi tersebut. Rombongan bus wisata tersebut tidak dapat masuk karena sebagian wisatawan belum divaksin dan tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi.

"Hari ini ada enam bus yang terpaksa balik kanan. Salah satunya plat G. Selain ada rombongan yang belum divaksin, juga sebagian membawa anak-anak [di bawah usia 12 tahun]," kata Khaliq kepada Harian Jogja, Sabtu (18/9/2021).

Kebijakan tersebut, kata Khaliq dilakukan sesuai aturan dari pemerintah di mana wisatawan yang bisa masuk ke destinasi wisata hanya yang sudah divaksin. Hal itu dibuktikan dengan menscan QRCode melalui aplikasi PeduliLindungi.

"Selain itu, anak di bawah usia 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun sesuai aturan pemerintah tidak boleh untuk masuk ke lokasi selama masa uji coba ini," katanya.

Khaliq berharap agar wisatawan sebelum berangkat mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan Visiting Jogja serta mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. Tujuannya, agar ketika sampai di lokasi wisata tidak diminta putar balik oleh petugas.

Dia berharap seluruh wisatawan termasuk para guide untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah ini. Pihaknya tetap berpedoman pada aturan pemerintah. Semisal ada wisatawan usia anak-anak di atas 12 tahun, tetapi sudah divaksin dan memiliki aplikasi PeduliLindungi, petugas juga tidak akan melarang masuk.

"Tadi ada anak-anak [remaja] juga. Mereka sudah divaksin dan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Jadi memenuhi syarat. Kalau yang rombongan, satu bisa masuk semua masuk dan satu tak bisa masuk, semua balik kanan. Rata-rata begitu," ujarnya.

Pinus Sari Mangunan

Wisatawan mulai mendatangi destinasi wisata yang menjalani uji coba pembukaan di Hutan Pinus Sari Mangunan.

Sepasang wisatawan yang kedapatan mengunjungi Hutan Pinus Sari Mangunan adalah Ganjar dan Sinta. Keduanya memang sengaja memilih Hutan Pinus Sari Mangunan sebagai tujuan rekreasi karena tahu obwis tersebut tengah dalam uji coba pembukaan. "Senang bisa main lagi," ujar Sinta pada Sabtu (18/9/2021).

Datang jauh-jauh dari Gunungkidul, juga telah bersiap diri seperti mengunduh aplikasi pendukung pedulilindungi. Meski sempat mengalami susah sinyal, keduanya berhasil masuk di Hutan Pinus Sari Mangunan.

Baik Ganjar dan Sinta mengaku tak keberatan dengan sejumlah alur masuk objek wisata yang ketat termasuk pemakaian aplikasi pedulilindungi. " "Enggak apa-apa, enggak keberatan pakai aplikasi. Cuma pas pertama tadi enggak ada sinyal," ungka Sinta.

Malahan Ganjar mengatakan bila aplikasi pedulilindungi menjadi aplikasi yang wajib diunduh di tempatnya bekerja. "Emang dari pekerjaan sudah dituntut bawa itu [pedulilindungi] semua, sudah pakai aplikasi pedulilindungi," tandasnya.

"Milih sini karena tahu sudah buka. Yang lain belum buka," imbuhnya.

Pengunjung Hutan Pinus Sari Mangunan juga datang dari luar daerah. Salah satu

suasana Hutan Pinus Sari Mangunan. Meski kudu menjalani prosedur ini itu, Lia tak masalah menjalani alur pemeriksaan tersebut.

"Enggak masalah sih pakai aplikasi. Biar lebih aman, orang juga sudah vaksin. Dari rumah tujuannya mau ke sini karena emang sudah buka," ucapnya.

Pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan, Anang Suhendri menyampaikan bila ada beberapa pengunjung yang terpaksa dipulangkan karena belum vaksin. "Tadi ada satu rombongan, tapi tidak semuanya vaksin. Yang sudah vaksin enggak punya aplikasi, karena enggak mau ribet akhirnya pulang semua," tuturnya.

Pendampingan

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani mengatakan pembukaan destinasi di Gembira Loka Zoo masih dalam tahap uji coba. Selain Gembira Loka Zoo yang dibolehkan untuk melakukan uji coba pembukaan adalah Tebing Breksi Prambanan Sleman, dan Pinus Sari Mangunan Bantul.“Beberapa hari ini kita lakukan semacam pendampingan kesiapannya,” kata Marlina.

Dia tidak menampik masih ada beberapa kendala pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi, misalnya pengunjung belum mengunduh aplikasi dan kondisi signal di objek wisata. Namun dia mengapresiasi pengelola wisata yang sudah menyiapkan Wifi agar signal lebih kuat untuk memfasilitasi pengunjung agar mudah memindai QR-Code. Selain menyiapkan QR-Code, pihaknya juga sudah menyiapkan aplikasi Visitingjogja yang sudah bisa digunakan wisatawan untuk reservasi dan membayar tiket masuk.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan bahwa ketika destinasi wisata yang boleh uji coba perconohan tersebut sudah memiliki sertifikat CHSE dan sudah terdapat QR-Code PeduliLindungi.

CHSE adalah standar yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, penjualan oleh-oleh dan lainnya.

Para pelaku usaha yang memiliki sertifikat itu dianggap telah memenuhi standar protokol kesehatan di tempatnya. Singgih mengatakan ada dua sistem yang disiapkan pada uji coba pembukaan wisata tersebut, yakni skrining kesehatan wisatawan melalui PeduliLindungi dan sistem reservasi melalui Visitingjogja.

“Semoga ini adalah upaya kita untuk menyiapkan pariwisata di DIY lebih baik, lebih sehat, dan lebih bertanggung jawab dan menjadikan para wisatawan akan semakin nyaman berkunjung di DIY,” kata Singgih.