Capaian Vaksinasi di Bantul Dinilai Masih Rendah, Ini Alasan Dinkes Bantul..

Vaksinasi pedagang Pasar Bantul pada Rabu (9/6/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
22 September 2021 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akhirnya angkat bicara terkait pernyataan dari Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie yang mengatakan capain vaksinasi di Bantul masih rendah yakni 54,9 persen untuk dosis pertama dan 23,9 persen untuk dosis kedua.

Dinkes Bantul menyatakan Bantul bukanlah pilot projek vaksinasi di DIY seperti Kota Jogja dan Sleman‎. "Karena Kota Jogja dan Sleman kan ditunjuk sebagai daerah penyangga sehingga kick off vaksinasi lebih dahulu dibandingkan Bantul. Apalagi, pasokan vaksin di Kota Jogja dan Sleman juga lebih banyak dibandingkan Bantul," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho, Rabu (22/9/2021).

Selain itu Abed menilai jika belum tentu warga yang divaksin oleh Dinkes Kota Jogja sesuai dengan Nomor Induk Penduduk (NIK) Kota Jogja.

"Karena capaian 177 persen itu pasti banyak. Bisa saja NIK yang telah divaksin merupakan warga luar Kota Jogja," jelasnya.

Baca juga: Capaian Masih Rendah, Bantul dan Gunungkidul Diminta Percepat Vaksinasi

Menurut Abed, saat ini capaian vaksinasi di Bantul telah mencapai 62,77 persen atau 481.482 sasaran untuk dosis pertama. Sedangkan untuk suntikan dosis ke dua mencapai 32,22 persen atau 247.120 sasaran atau orang.

Saat ini, ia juga terus mempercepat vaksinasi untuk mengejar target 100 persen warga tervaksin. "Kami masih mengejar. Harapan bulan depan sudah tervaksin semua," harap Abed.

Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Enggar Surya Jatmiko mengatakan percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh Pemkab Bantul. Salah satunya dengan mengalihkan tenaga kesehatan untuk membantu percepatan vaksinasi.

"Dengan langkah ini kami berharap agar target vaksinasi segera tercapai," harapnya.