2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Foto ilustrasi pelaksanaan PTM. /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, SLEMAN--Meski Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum diputuskan, sejumlah sekolah swasta di Sleman kedapatan menggelar PTM secara mandiri. Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman masih menunggu izin yaitu keputusan pelaksanaan PTM dari bupati.
Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan ada sejumlah sekolah yang mencuri start untuk PTM sejak PPKM di Sleman turun ke level 3. Disdik, katanya, sudah memberikan teguran kepada sekolah tersebut dan meminta PTM dihentikan. "Ada SD dan SMP yang mencuri start PTM. Semua sekolah swasta. Kami minta PTM dihentikan. Kami mohon bersabar sambil menunggu keputusan bupati," katanya, Selasa (21/9/2021).
BACA JUGA : Baru 42% Sekolah di Indonesia yang Terapkan PTM Terbatas
Menurut Ery, PTM di Sleman ditargetkan digelar pada Oktober mendatang. Hanya saja kapan waktu dan mekanismenya, Ery mengaku masih menunggu keputusan dari bupati. Dia menyebut, masa transisi PTM sesuai dengan protokol kesehatan direncanakan selama dua bulan atau hingga akhir tahun ini.
Ia juga belum bisa memastikan apakah PTM digelar secara serentak di seluruh SMP dan SD. Sebab, katanya, bisa juga PTM digelar secara bertahap. Semisal PTM digelar untuk jenjang SMP dulu kemudian ke jenang SD.
"Yang jelas kami sudah menyiapkan skenarionya. Sekolah-sekolah juga siap menjalankan. Tinggal menunggu kapan keputusan PTM digelar oleh bupati. Setelah dilaksanakan, tentu ada evaluasi," katanya.
Dijelaskan Ery, saat awal PTM nanti para siswa tidak akan langsung diberikan materi pembelajaran. Siswa diberikan proses pendampingan terlebih dahulu terutama untuk penerapan protokol kesehatan. Adapun kapasitas siswa yang diizinkan PTM hanya 50% dan siswa lainnya menggunakan pembelajaran online.
BACA JUGA : 10 Persen SMP di Bantul Bakal Uji Coba PTM
"Untuk siswa SD, dalam sepekan hanya masuk maksimal dua kali. Satu kali pertemuan dua jam. Untuk siswa SMP, maksimal tiga jam untuk sekali pertemuan," katanya.
Selain itu, katanya, sekolah juga harus menyiapkan jalur masuk dan keluar. Fasilitas kantin di sekolah tidak diperkenan untuk buka. Sekolah juga diminta untuk meminta surat persetujuan PTM kepada orang tua.
"Guru kami minta datang terlebih dahulu untuk memfasilitasi dan mengatur siswa. Apakah siswa harus diantar jemput? Kami masih belum putuskan itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.