Advertisement

Disdik Sleman Tegur Sekolah yang Curi Start Gelar PTM

Abdul Hamied Razak
Rabu, 22 September 2021 - 09:17 WIB
Sunartono
Disdik Sleman Tegur Sekolah yang Curi Start Gelar PTM Foto ilustrasi pelaksanaan PTM. - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Meski Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum diputuskan, sejumlah sekolah swasta di Sleman kedapatan menggelar PTM secara mandiri. Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman masih menunggu izin yaitu keputusan pelaksanaan PTM dari bupati.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan ada sejumlah sekolah yang mencuri start untuk PTM sejak PPKM di Sleman turun ke level 3. Disdik, katanya, sudah memberikan teguran kepada sekolah tersebut dan meminta PTM dihentikan. "Ada SD dan SMP yang mencuri start PTM. Semua sekolah swasta. Kami minta PTM dihentikan. Kami mohon bersabar sambil menunggu keputusan bupati," katanya, Selasa (21/9/2021).

BACA JUGA : Baru 42% Sekolah di Indonesia yang Terapkan PTM Terbatas

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurut Ery, PTM di Sleman ditargetkan digelar pada Oktober mendatang. Hanya saja kapan waktu dan mekanismenya, Ery mengaku masih menunggu keputusan dari bupati. Dia menyebut, masa transisi PTM sesuai dengan protokol kesehatan direncanakan selama dua bulan atau hingga akhir tahun ini.

Ia juga belum bisa memastikan apakah PTM digelar secara serentak di seluruh SMP dan SD. Sebab, katanya, bisa juga PTM digelar secara bertahap. Semisal PTM digelar untuk jenjang SMP dulu kemudian ke jenang SD.

"Yang jelas kami sudah menyiapkan skenarionya. Sekolah-sekolah juga siap menjalankan. Tinggal menunggu kapan keputusan PTM digelar oleh bupati. Setelah dilaksanakan, tentu ada evaluasi," katanya.

Dijelaskan Ery, saat awal PTM nanti para siswa tidak akan langsung diberikan materi pembelajaran. Siswa diberikan proses pendampingan terlebih dahulu terutama untuk penerapan protokol kesehatan. Adapun kapasitas siswa yang diizinkan PTM hanya 50% dan siswa lainnya menggunakan pembelajaran online.

BACA JUGA : 10 Persen SMP di Bantul Bakal Uji Coba PTM

"Untuk siswa SD, dalam sepekan hanya masuk maksimal dua kali. Satu kali pertemuan dua jam. Untuk siswa SMP, maksimal tiga jam untuk sekali pertemuan," katanya.

Advertisement

Selain itu, katanya, sekolah juga harus menyiapkan jalur masuk dan keluar. Fasilitas kantin di sekolah tidak diperkenan untuk buka. Sekolah juga diminta untuk meminta surat persetujuan PTM kepada orang tua.

"Guru kami minta datang terlebih dahulu untuk memfasilitasi dan mengatur siswa. Apakah siswa harus diantar jemput? Kami masih belum putuskan itu," katanya. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perempuan Ohio Lahirkan Anak di Pintu Rumah

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement