Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Pengunjung sedang bermain di kawasan objek wisata Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (14/5/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan objek wisata Gunungkidul belum memenuhi persyaratan sehingga belum diusulkan dibuka kembali.
Menurut dia, ada beberapa persyaratan agar destinasi wisata bisa kembali dibuka. Persyaratan tersebut meliputi sertifikasi Cleanlinees, Healthy, Saftey, and Environment (CHSE). Selain itu, objek wisata yang dibuka tidak berkaitan dengan air.
BACA JUGA: Baru Tiga Bulan Menjabat, Bupati Kolaka Timur Andi Mery Nur Ditangkap KPK
"Yang tak kalah penting warga dan pelaku wisata juga sudah disuntik vaksin," katanya di sela-sela pemantauan vaksinasi di Telaga Jonge, Kalurahan Pacarejo, Semanu, Rabu (22/9/2021).
Singgih menuturkan, belum dibukanya destinasi wisata tidak hanya terjadi di Gunungkidul. Di DIU baru tujuh objek yang dibuka sejak PPKM Darurat di awla Juli lalu.
Tujuh destinasi yang dibuka adalah Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Jogja, Tebing Breksi di Sleman, dan Hutan Pinus Asri di Bantul yang diusulkan di tahap pertama. Adapun objek wisata yang dibuka di tahap kedua meliputi Candi Ratu Boko dan Merapi Park di Sleman serta Pinus Pengger dan Seribu Batu di Bantul. "Untuk yang lainnya masih ditutup semuanya," ujarnya.
Dinas Pariwisata DIY terus mendorong percepatan vaksinasi pelaku wisata mencapai 80%.
"Tentu untuk buka juga harus dilengkapi dengan aplikasi PeduliLindungi serta Visiting Jogja untuk memastikan kapasitas 25% di destinasi bisa terlaksana dengan baik," ungkapnya.
BACA JUGA: Gawat! 1.296 Sekolah Jadi Klaster Covid-19 Selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan sudah meminta komunitas hingga pelaku wisata untuk segera mengurus sertifikat CHSE, termasuk memasang PeduliLindungi. Menurut dia, keduanya memiliki andil penting didalam proses pembukaan objek wisata.
"Kami juga sudah mengajukan QR code PeduliLindungi ke Kementerian Kesehatan, tapi hingga sekarang masih menunggu jawaban terkait dengan permohonan tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.