Warga Patangpuluhan Sulap Lahan Kosong Jadi Kampung Sayur

Lahan di area bantaran sungai RW 07 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja yang dimanfaatkan warga sekitar sebagai kampung sayur. - Dok. Ist
24 September 2021 10:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, MANTRIJERON - Warga RW 07 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja memanfaatkan lahan kosong perkotaan untuk ditanami berbagai macam tanaman muda dan dimanfaatkan secara mandiri. Inisiatif warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Winongo Asri ini juga menjual hasil panen tanaman itu kepada warga sekitar.

Ketua RW 07 Patangpuluhan, Heli mengungkapkan, kelompok tani ini mulai berdiri pada Januari 2020 lalu. Pada awalnya, di wilayah itu memang terdapat tanah kosong dan terbengkalai yang rencananya dalam waktu dekat akan dibangun untuk kantor kelurahan.

"Sebelum tanah dibangun kantor kelurahan, warga lalu memanfaatkannya untuk menanam sayur dan berbagai macam tanaman. Intinya, tanah ini jangan sampai nganggur dan tak terpakai," ujarnya Kamis (23/9/2021).

Meski baru berdiri selama satu tahun, namun hasilnya telah banyak dirasakan oleh warga masyarakat sekitar. Tanaman yang dikelola warga tersebut juga dinamai sebagai lumbung hidup karena tersedia berbagai bahan pokok seperti bayam, umbi-umbian, dan lain sebagainya.  

"Lahan ini dimanfaatkan untuk budi daya berbagai jenis tanaman, termasuk budi daya tanaman buah dan sayuran," ungkap dia.

Setelah kantor kelurahan dibangun, akhirnya kelompok tani memindahkan kampung sayur ke lahan di bantaran sungai yang masih berlokasi di kawasan RW 07. Tanaman yang sering ditanam adalah sayuran, karena menurut warga, sayuran lebih mudah dalam perawatannya dan umurnya lebih pendek, sehingga bisa cepat panen.

Kampung sayur itu juga dijadikan anak-anak sebagai lokasi pembelajaran. Murid PAUD diajarkan bagaimana cara menanam sayur yang baik dan benar. "Bukan anak-anak saja yang ikut, melainkan juga orang tua dari anak-anak itu diajak ke kampung sayur," katanya.