SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Sukarelawan kebencanaan dibantu warga dan petugas TRC BPBD Sleman memecah batu raksasa yang menjebol dinding rumah milik Harap Suripto di Dusun Jali, Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Jumat (24/9/2021)./Istimewa-BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebuah batu berukuran raksasa ambrol dan menjebol tembok bagian belakang rumah warga di Dusun Jali, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Kamis (23/9/2021) sore.
Meski tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, BPBD Sleman meminta warga untuk mewaspadai potensi bencana di wilayah perbukitan Prambanan.
BACA JUGA: Ditangkap KPK, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Terseret Tiga Kasus Suap
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan peristiwa longsornya batu berukuran besar yang menimpa rumah warga terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Prambanan, Rabu (22/9/2021). Batu berukuran 2X2 meter itu sebelumnya menempel ke sebuah pohon trembesi.
“Karena terjadi erosi di sekitar pohon, kemungkinan akar pohon tidak kuat menahan beban batu itu. Pohon tumbang, kemudian batu berukuran jumbo itu menggelinding dan menimpa rumah warga,” kata Makwan saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (24/9/2021).
Terjangan batu besar itu langsung menjebol tembok rumah milik Harap Suripto. Dinding rumah tersebut menganga selebar 3x3 meter. Bahkan kerasnya benturan menyebabkan tiga lembar atap asbes berukuran panjang tiga meter pecah.
Tim TRC BPBD Sleman bersama sukarelawan dan warga sekitar langsung melakukan asesmen ke lokasi. Batu raksasa tersebut kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil oleh sukarelawan, FPRB Bandung Bondowoso, dan TRC BPBD Sleman.
“Untuk perbaikan rumah akan dikerjakan secara gotong-royong. Keluarga terdampak juga diberikan bantuan,” kata Makwan.
Menurut pemilik rumah, Harap Suripto, batu besar itu longsor Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung dia dan kekuarganya tengah berada di bagian depan rumah, sehingga selamat dari musibah.
Makwan mengatakan potensi bencana longsor baik tanah maupun bebatuan di wilayah perbukitan Prambanan masih bisa terjadi. Hal ini terjadi salah satunya karena struktur tanah di kawasan tersebut.
“Tanah yang sebelumnya kering akibat kemarau berpotensi memunculkan rekahan pada tanah saat turun hujan. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Pariwisata Bali Dibuka Mulai Oktober 2021
Jika tidak segera dibenahi, rekahan tanah yang muncul akan berpotensi menimbulkan longsor. Apalagi hujan turun dengan intensitas tinggi. Untuk mencegah terjadinya bencana, BPBD Sleman mengimbau agar sukarelawan kebencanaan dan masyarakat melakukan pengecekan rekahan tanah di kawasan perbukitan.
“Hampir semua kalurahan di Prambanan rawan longsor. Kami sudah meminta warga yang berada di lereng bukit untuk waspada, terutama saat turun hujan deras,” kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.