Batu Raksasa Menerjang Dinding Rumah di Prambanan Sleman

Sukarelawan kebencanaan dibantu warga dan petugas TRC BPBD Sleman memecah batu raksasa yang menjebol dinding rumah milik Harap Suripto di Dusun Jali, Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Jumat (24/9/2021). - Istimewa/BPBD Sleman
25 September 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebuah batu berukuran raksasa ambrol dan menjebol tembok bagian belakang rumah warga di Dusun Jali, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Kamis (23/9/2021) sore.

Meski tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, BPBD Sleman meminta warga untuk mewaspadai potensi bencana di wilayah perbukitan Prambanan.

BACA JUGA: Ditangkap KPK, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Terseret Tiga Kasus Suap

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan peristiwa longsornya batu berukuran besar yang menimpa rumah warga terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Prambanan, Rabu (22/9/2021). Batu berukuran 2X2 meter itu sebelumnya menempel ke sebuah pohon trembesi.

“Karena terjadi erosi di sekitar pohon, kemungkinan akar pohon tidak kuat menahan beban batu itu. Pohon tumbang, kemudian batu berukuran jumbo itu menggelinding dan menimpa rumah warga,” kata Makwan saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (24/9/2021).

Terjangan batu besar itu langsung menjebol tembok rumah milik Harap Suripto. Dinding rumah tersebut menganga selebar 3x3 meter. Bahkan kerasnya benturan menyebabkan tiga lembar atap asbes berukuran panjang tiga meter pecah.

Tim TRC BPBD Sleman bersama sukarelawan dan warga sekitar langsung melakukan asesmen ke lokasi. Batu raksasa tersebut kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil oleh sukarelawan, FPRB Bandung Bondowoso, dan TRC BPBD Sleman.

“Untuk perbaikan rumah akan dikerjakan secara gotong-royong. Keluarga terdampak juga diberikan bantuan,” kata Makwan.

Menurut pemilik rumah, Harap Suripto, batu besar itu longsor Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung dia dan kekuarganya tengah berada di bagian depan rumah, sehingga selamat dari musibah.

Makwan mengatakan potensi bencana longsor baik tanah maupun bebatuan di wilayah perbukitan Prambanan masih bisa terjadi. Hal ini terjadi salah satunya karena struktur tanah di kawasan tersebut.

“Tanah yang sebelumnya kering akibat kemarau berpotensi memunculkan rekahan pada tanah saat turun hujan. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Pariwisata Bali Dibuka Mulai Oktober 2021

Jika tidak segera dibenahi, rekahan tanah yang muncul akan berpotensi menimbulkan longsor. Apalagi hujan turun dengan intensitas tinggi. Untuk mencegah terjadinya bencana, BPBD Sleman mengimbau agar sukarelawan kebencanaan dan masyarakat melakukan pengecekan rekahan tanah di kawasan perbukitan.

“Hampir semua kalurahan di Prambanan rawan longsor. Kami sudah meminta warga yang berada di lereng bukit untuk waspada, terutama saat turun hujan deras,” kata Makwan.