Gelar Muswil VII, LDII DIY Prioritaskan Pendidikan Karakter

Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso (baju putih) menghadiri konferensi pers Muswil VII LDII DIY, di Kopi Legi, Maguwoharjo, Sabtu (25/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
26 September 2021 09:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, DEPOK--Sebagai evaluasi masa kepengurusan sebelumnya dan menentukan kinerja lima tahun kedepan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII pada Minggu (26/9/2021). Muswil digelar secara daring dan luring, dengan lokasi utama di Plaza Hotel Yogyakarta.

Ketua DPW LDII DIY, Wahyudi, menjelaskan perlu segera dilakukan penyusunan program kerja DPW LDII DIY untuk lima tahun mendatang, sebagai tindak lanjut Munas IX LDII pada April lalu yang telah dibuka oleh Joko Widodo, dan terpilih sebagai Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santosa.

Muswil ini mengambil tema Mewujudkan Generasi Emas Profesional Religius dan Berbudaya untuk Keistimewaan DIY yang Maju dan Sejahtera. Tema ini dipilih karena LDII DIY sedang mempersiapkan dan menyongsong hadirnya generasi emas Indonesia 2045, yaitu dengan adanya bonus demografi dimana diperkirakan 70% penduduk Indonesia berasal dari usia produktif.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka pendidikan karakter telah dan akan menjadi prioritas program dari LDII DIY. Hal ini juga sejalan dengan predikat DIY sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya,” ujarnya dalam konferensi pers di Kopi Legi, Maguwoharjo, Sabtu (25/9/2021).

Di samping itu, potensi terbesar yang dimiliki DIY adalah SDM yang berasal dari kaum muda, sehingga generasi muda atau generasi penerus menjadi target utama bagi LDII DIY dalam melaksanakan karya dakwahnya.

Sebagai langkah awal dalam penguatan pendidikan karakter adalah dengan mendorong didirikannya satuan pendidikan umum tapi khusus, seperti sekolah umum dengan muatan agama yang lebih atau boarding school, Pondok Pesantren Mahasiswa, Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa, Pondok Pesantren Mini, dan sebagainya.

Ia menuturkan di samping dakwah bil-lisan, LDII DIY juga melaksanakan dakwah bil-hal atau dakwah dengan perbuatan. Dakwah bil-hal ini sekaligus di dalam rangka merespon kondisi terkini bangsa dalam keberlanjutan kontribusi LDII untuk bangsa, utamanya untuk masyarakat DIY.

Dalam hal ini LDII DIY berpedoman kepada penjabaran Program Umum DPP LDII, yang meliputi delapan bidang prioritas, yaitu bidang kebangsaan, bidang keagamaan, bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang pangan dan lingkungan, bidang kesehatan alami, bidang teknologi digital dan bidang energi baru terbarukan.

“Tentu saja karena keterbatasan kemampuan kami, belum semua bidang di atas dapat diimplementasikan di daerah. Kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan disesuaikan dengan potensi dan prioritas program yang ada di wilayah DIY,” katanya.

Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso, menuturkan pada kondisi lingkungan yang sudah berubah dengan adanya pandemi Covid-19, LDII perlu sebuah program yang bisa mengantisipasi perubahan ini agar tidak menjadi krisis sosial.

“Itu nanti dituangkan dalam program kerja yang akan dituangkan dalam Muswil untuk lima tahun berikutnya. Krisis ini bukan salah saiapa-siapa. Maka kita tidak perlu klaim. Akan tetapi kita berbuat sesuatu. Karena ini pemberian Allah, tugas kita berikhtiar untuk mengurangi risiko,” ujarnya.