Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ki Bayu Sidik Supriyadi atau yang lebih dikenal Ki Bayu Sugati. /Ist- tangkapan layar Youtube
Harianjogja.com, SLEMAN- Kabar duka datang dari dunia pedalangan. Dalang kenamaan gaya Jogja, Ki Bayu Sidik Supriyadi atau yang lebih dikenal Ki Bayu Sugati meninggal dunia pada Senin (27/9/2021) dini hari. Dalang ikon Gito Gati ini mengembuskan nafas terakhir pada usia 54 tahun.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, menjelaskan sebelum meninggal, almarhum mengalami sakit kanker usus dan sempat dioperasi beberapa hari lalu. “Meninggal di RSUP Dr. Sardjito, tapi non Covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).
Kabar duka ini cukup mengejutkan lantaran saat terakhir bertemu sekitar tiga bulan yang lalu, almarhum masih dalam kondisi sehat. Aji juga sempat berpesan kepada Ki Bayu Sugati agar menjaga kesehatan di tengah situasi pandemi saat ini.
“Kami tentunya sangat kehilangan sosok Pak Bayu, karena beliau adalah seorang seniman yang melanjutkan trah Gito Gati yang sangat luar biasa. Dan kemudian selalu membantu Dinas kebudayaan dalam upaya-upaya pelestarian kebudayaan,” ujarnya.
Almarhum menurutnya memiliki peran penting dalam pelestarian seni pedalangan, seni ketoprak seni dagelan. Bahkan kata dia, karena kebetulan istri almarhum adalah dukuh, keduanya aktif mengembangkan kegiatan kebudayaan yang tumbuh di wilayahnya.
“Seorang seniman yang santun, ramah, mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam membantu menyelesaikan dan mengembangkan seni budaya di Sleman. Dengan beliau saya itu terakhir pentas di rumah saya sekitar tiga bulan yang lalu dalam acara Karuh Budaya dalam Tembang. Kebetulan ada pagelaran wayang, beliau yang dalang,” ungkapnya.
Ia mendoakan kepergian Ki Bayu Sugati dan berharap dari keluarganya masih tumbuh junior yang mampu meneruskan ikon Gito-Gati dalam memperjuangkan seni budaya di Sleman, khususnya seni pedalangan atau seni ketoprak.
Ki Bayu Sugati dikabarkan meninggal dunia pada Senin (27/9/2021) pukul 03.20 WIB di RSUP Dr. Sardjito. Jenazah akan dimakamkan pada Selasa (28/9/2021) pukul 11.00 WIB di Makam Agung Kastubo Mulyo, Padukuhan Pajangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai EV dengan tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8%.
PSS Sleman imbang 1-1 Persita dalam uji coba. Pieter Huistra menilai fisik, taktik, dan mental pemain menunjukkan progres.
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Pidato Prabowo 14 Agustus 2026 memuat RAPBN 2027, renovasi puskesmas, sekolah, bursa komoditas, energi surya hingga motor listrik.
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram