Pakar: Potensi Penularan Covid-19 Terus Terjadi, Prokes Harus Ditaati

Ilustrasi. - Freepik
29 September 2021 08:47 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr. Gunadi menyatakan masyarakat tetap harus menaati protokol kesehatan lantaran potensi penularan virus Covid-19 masih terus terjadi. Selain penularan virus, potensi yang masih muncul juga berkaitan dengan mutasi virus tersebut yang kemungkinan beradaptasi dengan inangnya.

Menurutnya, mutasi virus baru akan berkurang jika kekebalan komunal sudah terjadi. "Sementara syarat kekebalan komunal ya cakupan vaksin harus mencapai minimal 80 persen," kata Gunadi kepada Harian Jogja, Selasa (28/9/2021).

Pernyataan ini ia sampaikan ketika menanggapi prediksi pengembang vaksin AstraZeneca, Sarah Gilbert yang menyatakan bahwa virus Covid-19 suatu saat nanti tidak akan lagi bermutasi menjadi varian yang lebih mematikan dan pada akhirnya akan menjadi seperti flu biasa. Kendati demikian, Sarah juga belum dapat memberikan kepastian kapan hal itu akan terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Gunadi menyatakan bahwa prediksi tersebut sah-sah saja. Namun, hal itu sebaiknya disikapi dengan bijak supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Baca juga: Begal Motor di Minggir Tertangkap di Temanggung Saat Makan Bakso

"Masyarakat jangan euforia dulu. [Pernyataan Sarah] mungkin hipotesis saja, tapi kita jangan kendor dulu sampai kekebalan komunal terjadi. Kapan itu terjadi? Ya, ketika infeksi virus itu dinyatakan tidak berbahaya," ujarnya.

Gunadi menjelaskan sejauh ini belum ada pernyataan resmi bahwa kekebalan komunal sudah terjadi. Pernyataan ini nantinya harus disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan kesepakatan ahli.

Sejauh ini, para ahli terus memantau mutasi virus secara ketat melalui sekuensi genetik, uji laboratorium, serta studi epidemiologi. Berdasarkan klasifikasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), lembaga tersebut mengategorikan varian Covid-19 ke dalam sejumlah kelompok, antara lain Varian Being Monitored (VBM), Variant of Interest (VOI), Variant of Concern (VOC) serta Variant of High Consequence (VOHC). Pemantauan ini dilakukan dalam sebuah kelompok kerja dan akan terus berlangsung sesuai dengan kondisi kasus Covid-19 di masyarakat.

Sementara WHO melakukan pemantauan itu, Gunadi meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksin. Sebab, kekebalan komunal akan terjadi jika masyarakat mendapatkan kekebalan hingga 80%.

"Syarat kekebalan komunal ya coverage vaksin itu minimal 80%. Kita bisa saja mencapainya dengan kekebalan komunal alamiah, tapi apakah akan mengorbankan sekian juta masyarakat yang harus meninggal kan tidak etis. Maka yang digenjot Indonesia adalah vaksinasi," terangnya.