Hari Kunjung Perpustakaan, Sleman Dorong Warga Bijak Kelola Informasi
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, BANTUL - Satpol PP Bantul menindak sejumlah baliho rawan roboh dan melanggar aturan pekan lalu. Dalam persiapan masa pancaroba yang identik dengan angin kencang, pemetaan baliho rawan ambruk kembali dilakukan.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Selasa (28/9/2021) menyampaikan pemetaan daerah yang marak pemasangan baliho bakal dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keamanan baliho dan perizinan dari papan periklanan tersebut.
"Kemarin memang sudah memetakan ke beberapa titik atau daerah yang menjadi pilihan para vendor untuk menempatkan iklan-iklan baliho. Dan sekiranya yang rawan terhadap situasi bencana angin kencang dan lain sebagainya sudah coba kita tertibkan," ujarnya.
Penertiban pertama sejumlah baliho rawan tah dilakukan Satpol PP Bantul pekan lalu. Yulius menerangkan setidaknya puluhan baliho terpaksa ditindak karena tak terurus dan membahayakan keselataman warga di sekitarnya.
"Puluhan baliho yang sudah kita tempel [peringatan] dan kita informasikan sebelumnya untuk konfirmasi kemarin sudah kita robohkan. Namun demikian ini juga ada masukan dari mitra kerja Komisi A untuk beberapa baliho ditertibkan perizinannya," tambahnya.
Baca juga: Dibangun Mulai 2022, Tol Jogja-Bandara YIA Lewati 15 Desa di 6 Kecamatan
Yulius berharap pihak vendor baliho periklanan tidak semata-mata melihat pemasangan baliho dari keuntungan sisi bisnis. Tetapi dari sisi risiko bencana yang dapat membahayakan orang lain juga patut jadi perhatian.
"Jadi sekiranya baliho atau reklame yang dimiliki oleh vendor. Atas pengawasan internal yang dilakukan ternyata ada kerawanan, menimbulkan bencana, sebaiknya ada rasa empati untuk diperbaiki," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mewanti-wanti warga untuk mewaspadai angin kencang di masa peralihan atau pancaraoba kali ini. Dwi yang merujuk informasi dari BMKG menjelaskan bahwa saat ini Bantul memasuki musim pancaroba, pergantian musim antara kemarau ke penghujan. Pada kondisi pancaroba ini, potensi angin kencang menjadi salah satu aspek yang patut diwaspadai masyarakat.
BPBD Bantul bersama FPRB sebelumnya telah melakukan sejumlah pemangkasan ranting dan dahan pohon yang terlalu tebal di sejumlah titik. Pohon menjadi salah satu aspek selain bahliho yang rawan tumbang. Namun baliho rawan, juga menjadi salah satu aspek yang diwaspadai dapat membahayakan masyarakat
"Baliho rawan akan kita koordinasikan dengan BKAD maupun Satpol PP, sehingga nanti ketika dalam pantauan lapangannya baliho yang memungkinkan roboh atau rawan terkena angin ini nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut upaya penangannya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid soroti mafia tanah yang sulit diberantas lewat kelakar "sampai kiamat kurang dua hari". Ini klarifikasi kementerian.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.