Anggota Satgas PDIP Tewas Dikeroyok di Diskotek Boshe, Polisi Didesak Tangkap Pelaku

Keluarga dan teman-teman korban Supriyanto melakukan aksi tabur bunga di sekitar lokasi kejadian pengeroyokan di sekitar area tempat hiburan malam Boshe VVIP Club, Jalan Magelang, Jombor, Sinduadi, Mlati, Jumat (1/10/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
01 Oktober 2021 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepolisian ditarget waktu selama tujuh hari untuk menangkap seluruh pelaku pengeroyokan di diskotek Boshe VVIP Club pada Selasa (28/9/2021) dini hari. Kasus tersebut menyebabkan, Supriyanto, salah satu juru parkir meninggal dunia akibat penganiayaan. 

Koordinator Solidaritas Benteng Bersatu Fajar Yoga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut dalam waktu tujuh hari ke depan. Jika tidak, maka teman-teman korban yang merupakan anggota Satgas PDI Perjuangan akan mencari sendiri para pelakunya sebagai bentuk ketidakmampuan aparat.

"Kami minta kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. Di luar sana masih ada sejumlah pelaku gerombolan preman yang belum ditangkap. Kami polisi yakin bisa menangkap karena mereka aparat yang terlatih," kata Fajar di sela kegiatan aksi di depan Boshe VVIP Club, Jumat (1/10/2021).

BACA JUGA: Terkejut Didatangi Ganjar, Crew Radio Kenambai Umbai: Tidak Menyangka

Dalam aksi tersebut, ratusan Satgas PDI Perjuangan dan organisasi sayap partai memadati sekitar tempat hiburan malam yang berada di Jalan Magelang Jombor, Kalurahan Sinduadi, Mlati. Selain digelar orasi, keluarga korban juga mendatangi lokasi. Mereka melakukan kegiatan tabur bunga di tempat kejadian perkara.

Massa aksi Solidaritas Benteng Bersatu, kata Fajar, akan mengawal sampai tuntas kasus hukum tersebut. Oleh karenanya, ia mendesak agar kasus tersebut harus berjalan sesuai koridor hukum dan transparan. Ia juga meminta pelaku segera menyerahkan diri secepatnya. 

Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto mengatakan aksi tersebut wajar dilakukan teman-teman korban. Itu bentuk solidaritas dalam satu organisasi. Apalagi, masih ada sejumlah pelaku yang belum ditangkap sehingga mendesak kepolisian menuntaskan kasus tersebut.

"Saat kejadian (pengeroyokan) saya di Jakarta, saya diberitahu dan langsung saya sampaikan ke Sekjen PDIP. Saya diinstruksikan untuk mengusut dan menyelesaikan kasus ini sesuai koridor hukum," katanya.  

Dia merasa sakit hati karena yang meninggal merupakan anggota Satgas Cakra Buana yang juga dikomandaninya. Dia berharap agar kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. "Sore ini saya akan bertemu dengan Kapolres Sleman untuk berkoordinasi menyampaikan aspirasi yang diinginkan teman-teman korban," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Supriyanto meninggal dunia setelah dikeroyok di sekitar area tempat hiburan malam Boshe VVIP Club, Jalan Magelang, Jombor, Sinduadi, Mlati, pada Selasa (28/9/2021). Pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Korban sempat dirawat di rumah sakit sebelum mengembuskan napas di hari yang sama.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan penyebab pengeroyokan tersebut akibat selisih paham antara korban dan para pelaku. Tiga orang terduga pelaku juga sudah menyerahkan diri dan saat ini kasusnya pun terus didalami.

Wachyu memastikan antara korban dan pelaku tidak saling mengenal dan peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan organisasi atau partai tertentu. "Hanya masalah pribadi saja, tidak ada dalam rangka organisasi, institusi, partai dan sebagainya. Jadi mohon tidak usah dikait-kaitkan itu, karena sudah kesepakatan semua pihak," katanya.