Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski tidak teramati adanya awan panas, aktivitas erupsi Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan terjadinya puluhan guguran lava pijar dan gempa dalam sepekan terakhir. Status Gunung Merapi pun sampai saat ini masih tingkat Siaga.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan pada Sabtu (2/10/2021) teramati setidaknya 12 guguran lava pijar. “Dengan jarak luncur maksimal 1,5 km ke arah barat daya,” ujarnya.
Dalam laporan mingguan, selama sepekan Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 67 guguran dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya. Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Sedangkan siang hingga sore berkabut.
Analisis morfologi pada kedua kubah lava juga masih menunjukkan adanya penambahan meski tidak signifikan. Saat ini volume kubah lava barat daya sebesar 1,6 juta meter kubik, sementara kubah lava tengah kawah sebesar 2,8 juta meter kubik.
“Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Adapun deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan EDM [Electronic Distance Measurement] dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tinggal Ada Satu Isoter di Kota Jogja untuk Pasien Covid-19
Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan adanya lahar maupun penambahan aliran di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi. “Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” katanya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.