BPPTKG: Guguran Lava dan Gempa Merapi Masih Cukup Tinggi

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
02 Oktober 2021 20:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski tidak teramati adanya awan panas, aktivitas erupsi Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan terjadinya puluhan guguran lava pijar dan gempa dalam sepekan terakhir. Status Gunung Merapi pun sampai saat ini masih tingkat Siaga.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan pada Sabtu (2/10/2021) teramati setidaknya 12 guguran lava pijar. “Dengan jarak luncur maksimal 1,5 km ke arah barat daya,” ujarnya.

Dalam laporan mingguan, selama sepekan Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 67 guguran dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya. Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Sedangkan siang hingga sore berkabut.

Analisis morfologi pada kedua kubah lava juga masih menunjukkan adanya penambahan meski tidak signifikan. Saat ini volume kubah lava barat daya sebesar 1,6 juta meter kubik, sementara kubah lava tengah kawah sebesar 2,8 juta meter kubik.

“Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Adapun deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan EDM [Electronic Distance Measurement] dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tinggal Ada Satu Isoter di Kota Jogja untuk Pasien Covid-19

Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan adanya lahar maupun penambahan aliran di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi. “Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” katanya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.