Awas! Penipuan Berkedok Rekrutmen ASN

Foto ilustrasi. - Antara Foto/Irwansyah Putra
03 Oktober 2021 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul mengimbau peserta CPNS atau Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) untuk mewaspadai penipuan berkedok rekrutmen Aparatus Sipil Negara (ASN). Upaya antisipasi sudah dilakukan dengan melampirkan imbauan di setiap pengumuman dalam tahapan seleksi ASN.

Sekretaris BKPP Gunungkidul, Reni Linawati memastikan hingga sekarang belum ada laporan korban berkaitan dengan penipuan berkedok rekrutmen ASN di Bumi Handayani. Meski demikian, ia meminta kepada peserta untuk berhati-hati karena saat rekrtumen ada oknum yang tak bertanggungjawab menggunakan kesempatan ini untuk keuntungan pribadi.

“Hati-hati agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus bisa membantu menjadikan ASN dengan meminta imbalan,” katanya, Minggu (3/10/2021).

Menurut dia, proses seleksi langsung diurusi tim dari Pemerintah Pusat. Adapun kelulusan sangat bergantung pada usaha dari masing-masing peserta. “Jangan percaya karena tidak ada yang dapat menolong untuk menjadi ASN selain diri sendiri dengan lolos di setiap tahapan seleksi,” katanya.

Untuk antisipasi, Reni mengaku sudah membuat imbauan di setiap pengumuman dalam tahapan eleksi. Isi dari imbauan meminta kepada peserta mewaspadai praktik-praktik penipuan dengan modus rekrutmen ASN.

Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, BKPP Gunungkidul, Agus Sumaryono mengatakan, untuk Seleksi Kompetensi Bidang CPNS sudah dilaksanakan di pertengahan Agustus lalu. Hingga sekarang masih menunggu hasil seleksi peserta yang lolos dalam tes ini.

“Masih menunggu karena memang tes masih berlangsung di seluruh Indonesia dan baru berakhir pada 9 Oktober mendatang. Jadi, kemungkinan hasil yang lolos diumumkan setelah tes berakhir,” katanya.

Oleh karenanya, Agus belum bisa memastikan terkait dengan pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang juga masih menunggu pengumuman dari tim panitia seleksi nasional.

Menurut dia, untuk rekrutmen ASN tidak hanya melalui jalur CPNS. Pasalnya, pemkab juga mendapatkan kuota sebanyak 57 formasi untuk rekrumen CP3K non guru. Rencananya, seleksi kompetensi dasar dilaksanakan di Oktober ini.

“Sebenarnya ada juga rekrutmen P3K guru, tapi kami tidak membantu mengurusinya. Sedangkan tugas kami hanya membantu untuk CPNS dan CP3K non guru,” katanya.