Jogja Mulai Ramai, Segini Perkiraan Uang yang Beredar

Ilustrasi. - JIBI/Bisnis Indonesia
05 Oktober 2021 19:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) DIY menilai pada September atau selama pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3, aktivitas kegiatan ekonomi mulai berjalan dan merangkak naik.

"Wisatawan sudah mulai ramai. Akhir pekan okupansi hotel juga mulai penuh. Artinya ada pergerakan ekonomi. Multiplier effect dari wisatawan itu," ucap Deputi Kepala BI DIY, Miyono, Selasa (5/10/2021).

BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level

Miyono mengungkapkan meski aktivitas ekonomi mulai berjalan, selama September outflow atau uang yang keluar dari BI DIY masih lebih sedikit dari inflow atau uang yang masuk di BI. Outflow uang kartal keluar sebesar Rp338 miliar. Sementara inflow sebesar Rp799 miliar.

"Namun bukan segitu saja perputaran uang yang beredar. Kami juga mendorong antarperbankan dengan transaksi uang kartal antarbank. Misal bank X kelebihan Rp1 miliar, sementara bank Y kurang Rp500 juta, bisa ambil kelebihan itu. Daripada harus lewat BI dulu. Nilai pada September Rp2,3 triliun," ujar Miyono.

Miyono juga mengungkapkan besaran angka-angka tersebut tidak menunjukan uang yang beredar seluruhnya di DIY. Sebab, hal tersebut tidak bisa dihitung untuk skala regional. "Artinya uang yang beredar tidak hanya itu," ucapnya.

Ia juga memperkirakan perputaran uang akan terus meningkat di triwulan IV, meski hingga saat ini DIY masih PPKM level 3. "Di triwulan IV ada momentum Natal dan Tahun Baru 2022. Saat ini juga kan wisata mulai dibuka pelan-pelan, ekonomi bergerak. Terpenting bagaimana menjaga prokes dan mengejar vaksinasi," ucapnya.