Wisata Dibuka, Hotel di Sleman Nyaris Penuh

Ilustrasi. - Freepik
05 Oktober 2021 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah pelonggaran PPKM dan pembukaan destinasi wisata secara terbatas, wisatawan langsung menyerbu kawasan Sleman. Bahkan okupansi hotel naik hingga 95%.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengatakan tingkat kunjungan wisatawan mulai mengalami peningkatan pada akhir pekan lalu seiring dengan pelonggaran PPKM level 3 di DIY. Meskipun jumlahnya diyakini belum mencapai ribuan orang, namun kunjungan wisatawan tersebut mampu meningkatkan okupansi hotel.

"Saya sempat kaget ada hotel yang menyampaikan okupansinya akhir pekan lalu mencapai 95 persen. Ini kan luar biasa dan kami tidak bisa melarang wisatawan untuk datang," katanya, Selasa (5/10/2021).

BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level

Diakuinya, selain destinasi wisata, hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan wisata kuliener lainnya sudah mulai padat dikunjungi. Untuk membatasi kunjungan tersebut, katanya pemerintah pun menerapkan aturan di mana pengunjung harus menginstal aplikasi peduli lindungi. Termasuk menerapkan kebijakan ganjil genap di destinasi wisata yang diizinkan beroperasi.

"Karena kami tidak bisa melarang wisatawan datang, tapi hanya bisa membatasi. Dengan cara, misalnya wajib menggunakan aplikasi peduli. Itu salah satu upaya pemerintah untuk melakukan pembatasan," katanya. 

Menurut Suparmono, sejauh ini penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata sudah dinilai baik. Ia mengaku mengecek sendiri ke tiga destinasi yang diizinkan mulai Ratu Boko, Tebing Breksi dan Merapi Park. "Ya aturan diterapkan di tiga destinasi tersebut. Misalnya ada yang bawa anak usia dibawah 12 tahun, tidak diizinkan masuk," katanya. 

Hingga kini, lanjut Suparmono, Dispar masih menunggu penambahan jumlah destinasi yang diizinkan oleh Kemenparekraf. Dispar sudah mengajukan 15 destinasi yang dinilai sudah memenuhi syarat. Mulai yang berbasis desa wisata hingga wisata alam. "Yang jelas yang diajukan sudah mengantongi CHSE dan melakukan vaksinasi dan non wisata air," katanya. 

Terpisah, Ketua PHRI Sleman Joko Paromo mengakui jika okupansi pada akhir pekan lalu sudah mencapai antara 80-95%. "Seluruh anggota PHRI tetap menerapkan protokol kesehatan, kami juga menjalankan aplikasi peduli lindungi kepada pengunjung," katanya.