WJNC #6 Jadi Percontohan Pertunjukan Seni di Tengah Pandemi

WJNC ke-5 tahun 2020. - Istimewa/Dispar Kota Jogja
06 Oktober 2021 15:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menyelenggarakan pertunjukan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada Kamis (7/10/2021) malam. Agenda tahunan yang sudah diselenggarakan keenam kali tersebut kali ini menjadi role model atau percontohan pertunjukan seni di tengah pandemi.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan WJNC #6 untuk memperingati HUT Jogja tahun ini sudah masuk dalam agenda tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) karena diagendakan setiap tahun terus-menerus dengan waktu dan tempat yang sama.

Namun jika sebelumnya digelar di kawasan Tugu Jogja, tahun ini digelar di Taman Parkir Stadion Mandala Krida dengan dengan penonton terbatas dan sisanya dapat disaksikan melalui daring. “Konsepnya masih hybrid antara daring dan luring. Kita buat sebagai salah satu model membuat pertunjukan yang menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi ini,” kata Heroe.

“Artinya sebenarnya kami ingin mulai membuka pertunjukan seni, tetapi sekarang kita kondisikan pertunjukan seni terselenggara dengan protokol kesehatan dengan memadai supaya semuanya kemudian mulai mengingatkan untuk pelaksanaan prokes.”

Menurut Heroe, WJNC tahun ini penting karena merupakan tahun keenam yang sudah melewati dari minimal untuk masuk dalam agenda tahunan Kemenparekraf. Syarat nama acara tetap sama setia tahun serta waktu dan tempat tetap sama. Namun karena pandemi sehingga tidak bisa diselenggarakan di ruang publik karena berpotensi terjadinya kerumunan warga yang ingin menyaksikan.

Meski diselenggarakan dengan terbatas, kemeriahan acara tersebut tetap terjada. Pemkot ingin memberikan ruang gerak kepada para seniman di tengah kelonggaran aktivitas masyarakat dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini. Pada masa pandemi ini jangan sampai kegiatan seni vakum dan justru harus menjadi tantangan bagaimana para seniman bisa pentas tanpa penonton atau penonton terbatas karena disiarkan langsung melalui daring.

“Pertunjukan seni harus tetap jalan tapi dengan prokes. Sebenarnya ini salah satu model tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah event di masa pandemi terutama pertunukan seni. Supaya Jogja sebagai kota seni dan budaya, kegiatan seni dan budaya tetap berjalan terus. Tetapi dibatasi jumlah yang terlibat dan penonton,” ucap Heroe.

Heroe tidak ingin seniman putus asa di masa apandemi ini. “Kami tantang seniman, seorang pemain band, komedian biasanya memainkan maskimal ketika ada penonton. Sekarang harus menjalankan sesuatu tanpa penonton, ini ada tantangan baru,” tandas Heroe.

Kepala Dinas Pariwisata Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan pada masa pendemi kali ini WJNC #6 akan dilaksanakan dengan mengadopsi pembauran antara offline dan online dan ditayangkan secara live dari beberapa titik melalui kanal Youtube Dinas Pariwisata Jogja dan Pemerintah Jogja sehingga masyarakat tetap bisa menyaksikan WJNC #6 secara virtual.

Tema WJNC kali ini adalah cerita "Semar Boyong" yang merupakan tema recovery atau pemulihan.

“Tema ini diambil sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Kota Jogja maupun secara nasional untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan selama pandemi berlangsung sejak tahun 2020,” kata Wahyu.

Acara tersebut juga akan dihadiri oleh Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Dalam kesempatan tersebut Menteri Sandiaga Uno memberikan sertifikat bahwa WJNC resmi menjadi agenda tahunan Kemenparekraf.