Kasus Covid-19 Melandai, Tiga Isoter di DIY Resmi Ditutup

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien Covid-19 saat persiapan Selter Isolasi Covid-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (14/7/2021). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
06 Oktober 2021 18:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY resmi menutup tiga lokasi isolasi terpusat (isoter) untuk pasein positif Covid-19. Ketiga isoter tersebut sudah tak berpenghuni menyusul kasus Covid-19 di Bumi Mataram yang sudah melandai.

Ketiga isoter yang resmi ditutup adalah perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) di Maguwoharjo, Sleman, dengan kapasitas 136 kamar; asrama mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Wedomartani, Ngemplak, Sleman dengan kapasitas 86 kamar; dan asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Sleman dengan kapasitas 86 kamar.

BACA JUGA: WJNC #6 Jadi Percontohan Pertunjukan Seni di Tengah Pandemi

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan ketiga isoter yang dibiayai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut ditutup karena tidak ada penghuninya. Walaupun ada jumlahnya sedikit.  “Ya penghuni cuma satu sampai dua orang, itu lebih baik sementara kami tampung [ke tempat isolasi] yang dikelola dinas sosial saja,” kata Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Rabu (6/10/2021).

Penutupan isoter tersebut untuk menghemat anggaran dan juga tenaga. Tenaga yang selama ini bertugas di tiga isoter tersebut sudah dialihkan ke tugas yang lain. Ada yang ke rumah sakit dan ada juga yang diperbantukan ke Satgas Isoter atau Satgas Penebalan Nakes.

Satgas Penebalan Nakes, kata Aji, saat ini juga sudah beralih tugas. “Penebalan Nakes ini mulai bergeser dari menjemputi [pasien Covid-19 masuk ke isoter] sekarang bergeser ke sosialisasi perubahan perilaku di sekolah-sekolah,” ujar Baskara Aji.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Heny Nursilawati menambahkan tahapan penutupan tiga isoter dilakukan selama dua pekan sebelum 30 September lalu. “Sejak tanggal itu sudah tidak menerima pasien, kalau pun ada kami arahkan ke selter yang dikelola dinas sosial yang masih banyak kosong,” kata Heny.