Hari Terakhir ANBK: Sekolah Siapkan Murid Cadangan untuk Antisipasi Ketidakhadiran

Suasana pelaksanaan ANBK hari terakhir di SMPN 4 Kota Jogja, Kamis (7/10). - Ist.
08 Oktober 2021 08:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN--Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kota Jogja yang dimulai selama empat hari sejak 4 Oktober kemarin berakhir pada Kamis (7/10/2021). Tiap sekolah diminta melaksanakan ANBK selama dua hari saja dari empat hari pelaksanaan itu dan diikuti oleh sebanyak 2.269 siswa jenjang SMP dan MTS kelas VIII di Kota Jogja.

Kepala SMP N 8 Kota Jogja, Retna Wuryaningsih mengatakan, pihaknya memilih pelaksanaan ANBK pada Rabu dan Kamis untuk melangsungkan ANKB kepada para murid. Sekolah itu juga menjadi tempat bagi lima orang murid dari sekolah lain yang diikutsertakan dalam satu ruangan di sekolah tersebut.

BACA JUGA : Tinjau Pelaksanaan Asesmen, Bupati Kustini Ingatkan Prokes

"Ada empat ruangan yang kami gunakan untuk pelaksanaan ANBK. Masing-masing tiga ruangan digunakan untuk para siswa SMP N 8 Kota Jogja dengan kapasitas 15 orang per ruangan dan satu ruangan lagi digunakan lima siswa dari SMP Bhineka Tunggal Ika (BTI)," katanya, Kamis (7/10/2021).

Retna menyebut, total ada sebanyak 45 murid yang dipilih untuk mengikuti ANBK dari sekolah tersebut. Selain itu, pihak sekolah juga menetapkan lima murid cadangan lain sebagai pengganti jika sewaktu-waktu 45 murid yang terpilih berhalangan hadir untuk mengikuti ANBK.

"Lima murid cadangan ini tetap hadir di sekolah. Apabila pelaksanaan ANBK bagi 45 siswa utama hadir semua, maka lima murid cadangan ini dapat menghubungi orangtuanya untuk segera dijemput," imbuhnya.

Sementara, dalam pemantauan yang dilakukan oleh Forpi Kota Jogja secara umum pelaksanaan ANBK di Kota Jogja berlangsung cukup lancar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terdapat kendala teknis maupun pelanggaran protokol kesehatan saat ANBK berlangsung.

"Dalam ANBK setiap siswa mengerjakan tiga jenis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari kompetensi numerasi dan literasi serta ditambah survei karakter dan survei lingkungan belajar (sekolah)," kata anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba.

Kamba menyebut, di hari terakhir pihaknya memantau penyelenggaraan ANBK di SMP N 4 Kota Jogja. Di sekolah itu terdapat satu murid Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengikuti ANBK dari total 14 siswa yang mengikuti.

"Sekolah juga memfasilitasi dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) satu orang. Secara umum pelaksanaan ANBK yang berlangsung empat hari berjalan dengan lancar. Kepatuhan dan kedisiplinan terkait dengan prokes telah berjalan dengan baik," ujarnya.

BACA JUGA : Sleman Buka Serentak PTM SMP Negeri & Swasta, SD Kapan?

Pihaknya menyebut, perlu adanya ketersediaan GPK yang disediakan oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pemerintah Kota Jogja untuk mendampingi murid ABK. Jumlah GPK disebut mesti sebanding dengan jumlah ABK yang ada di sekolah.

"Misalnya satu orang GPK dapat mengampu dua ABK. Bukan satu GPK mengampu sembilan ABK. Ini tentunya dapat memberatkan bagi GPK. Itu kalau kita bicara soal idealnya," kata dia.