Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata Gunungkidul telah mengidentifikasi destinasi wisata yang sekarang masih kesulitan sinyal telekomunikasi. Adapun lokasi itu mayoritas berada di kawasan pesisir.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, masih ada destinasi wisata yang masuk area blank spot atau susah sinyal. Kondisi ini pun akan berpengaruh pada proses uji coba pembukaan karena ada ketentuan memakai aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya mengurangi risiko penularan Covid-19.
Dia menjelaskan, hasil identifikasi yang dilakukan, lokasi wisata yang masih kesulitan sinyal telekomunikasi paling banyak di kawasan pantai. Dia mencontohkan, untuk pantai di sisi timur yang masuk area blank spot di antaranya, Pantai Wediombo, Kawasan Gunung Batur, Watulumbung, Siung. Sedangkan di sisi barat meliputi Pantai Ngedan, Gesing, Kesirat, Grigak.
Meski demikian, sambung Hary, di lokasi non pantai ada juga yang jaringan telekomunikasinya tidak stabil. Salah satunya berada di kawasan wisata Klayar di Kalurahan Kedungpoh, Nglipar. Di tempat ini sinyalnya sering naik turun sehingga membutuhkan penguatan. “Kalau secara keseluruhan yang susah sinyal paling banyak di kawasan pantai,” katanya, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Gunungkidul Terkendala Sinyal
Dia menjelaskan, untuk uji coba pembukaan destinasi wisata yang membutuhkan akses aplikasi PeduliLindungi sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. “Memang harus jadi perhatian karena akses aplikasi membutuhkan sinyal jaringan telekomunikasi,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan akan berfokus pada penguatan sinyal internet. Terutama di kawasan wisata yang masih sulit sinyal alias blank spot.
“Kami berupaya mendukung dinas pariwisata untuk uji coba pembukaan destinasi,” katanya.
Wahyu mengatakan sulitnya sinyal dikarenakan topografi wilayah yang berbukit-bukit. Menurut dia, sudah ada upaya penguatan, tapi masih terkendala berbagai persoalan teknis.
Adapun upaya yang dilakukan dengan cara penguatan sinyal melalui pemasangan menara pemancar. Meski demikian, terkendala regulasi terkait dengan batasan ketinggian tower. “Untuk menyiasati dengan menarik kabel fiber optik terdekat menuju kawasan sulit sinyal. Kami juga berupaya meminta bantuan ke Pemerintah DIY serta mencoba kemungkinan melalui Corporate Social Responsibility dari penyedia layanan telekomunikasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.