Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembukaan destinasi wisata di masa PPKM harus disertai dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Kewajiban ini bisa terkendala karena masih ada sejumlah destinasi, khususnya di wilayah selatan yang kesulitan sinyal telekomunikasi.
Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, masalah ketiadaan sinyal di destinasi wisata harus diatasi oleh pemkab. Fasilitas ini untuk mendukung penerapan aplikasi PeduliLindungi yang menjadi salah satu syarat dalam pembukaan destinasi.
“Masih banyak yang susah sinyal, salah satunya di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo,” katanya, Kamis (7/10/2021).
Menurut Heri, akses sinyal telekomunikasi tidak hanya untuk aplikasi PeduliLindungi, namun juga sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. “Saya berharap masalah blankspot ini harus diatasi sehingga ada kemudahan bagi para pengunjung,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sesuai dengan edaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, uji coba wisata harus mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, untuk perlindungan juga diwajibkan adanya penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga: Tak Hanya KTP Kota Jogja, Pemkot Siap Layani Vaksinasi untuk Warga Luar
“Masih proses, tapi sekarang sudah ada destinasi yang mendapatkan QR code aplikasi PeduliLindungi dan sertifkasi CHSE,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menampik hingga sekarang belum ada kebijakan pembukaan destinasi wisata di Bumi Handayani. Terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi, Hary mengakui juga ada hambatan karena di sejumlah destinasi masih kesulitan sinyal telekomunikasi.
“Kami terus koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Organisasi Perangkat Daerah teknis. Langkah ini, sebagai upaya agar penggunaan aplikasi di kawasan wisata dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Gunungkidul, Wahyu Nugroho. Menurut dia, upaya penyediaan sinyal telekomunikasi terus dilakukan. Selain koordinasi dengan dinas pariwisata, juga ada upaya menggadeng provider dalam upaya memberikan peningkatan layanan.
“Masih dimatangkan. Mungkin di spot wisata yang susah sinyal bisa dikerjakan melalui kerja sama Corporate Social Responsibility [CSR] dengan perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi,” katanya.
Kendala Geografis
Wahyu menambahkan, upaya penyediaan layanan sinyal telekomunikasi di area blankspot pernah dilakukan. Meski demikian, upaya tersebut tidak semudah yang dibayangkan karena selain sarana, juga terkendala kondisi geografis.
Dia mencontohkan, untuk kawasan Pantai Wediombo sudah pernah akan dipasang penguat sinyal. Namun, tidak berjalan dengan lancar. Wahyu berdalih, pemasangan tower ada batasan ketinggian, sedangkan dari sisi lokasi berada di cerukan sehingga mempersulit program tersebut.
“Tangkapan sinyalnya susah karena lokasinya di bawah dan terhalan perbukitan. Untuk solusinya, sudah ada dengan menarik jaringan fiber optic di Kalurahan Jepitu, tapi tidak bisa dilakukan sekarang karena kemungkinan baru terlaksana di awal tahun depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Studi pada 8.783 orang dewasa menemukan konsumsi makanan ultra-proses tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko cedera vaskular otak.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
UNY meraih gelar ganda Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah tim putri menang 1-0 dan tim putra melibas UNNES 6-0.
Investasi Temanggung mencapai Rp1,806 triliun hingga 26 Oktober 2026 atau 84% target tahunan, dengan 22.307 tenaga kerja terserap.
Luhut Pandjaitan menargetkan 100 juta warga terdaftar dalam sistem bansos digital GovTech saat peluncuran oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026.