Libur Sekolah, Ancaman Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Meningkat
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembukaan destinasi wisata di masa PPKM harus disertai dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Kewajiban ini bisa terkendala karena masih ada sejumlah destinasi, khususnya di wilayah selatan yang kesulitan sinyal telekomunikasi.
Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, masalah ketiadaan sinyal di destinasi wisata harus diatasi oleh pemkab. Fasilitas ini untuk mendukung penerapan aplikasi PeduliLindungi yang menjadi salah satu syarat dalam pembukaan destinasi.
“Masih banyak yang susah sinyal, salah satunya di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo,” katanya, Kamis (7/10/2021).
Menurut Heri, akses sinyal telekomunikasi tidak hanya untuk aplikasi PeduliLindungi, namun juga sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. “Saya berharap masalah blankspot ini harus diatasi sehingga ada kemudahan bagi para pengunjung,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sesuai dengan edaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, uji coba wisata harus mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, untuk perlindungan juga diwajibkan adanya penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga: Tak Hanya KTP Kota Jogja, Pemkot Siap Layani Vaksinasi untuk Warga Luar
“Masih proses, tapi sekarang sudah ada destinasi yang mendapatkan QR code aplikasi PeduliLindungi dan sertifkasi CHSE,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menampik hingga sekarang belum ada kebijakan pembukaan destinasi wisata di Bumi Handayani. Terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi, Hary mengakui juga ada hambatan karena di sejumlah destinasi masih kesulitan sinyal telekomunikasi.
“Kami terus koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Organisasi Perangkat Daerah teknis. Langkah ini, sebagai upaya agar penggunaan aplikasi di kawasan wisata dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Gunungkidul, Wahyu Nugroho. Menurut dia, upaya penyediaan sinyal telekomunikasi terus dilakukan. Selain koordinasi dengan dinas pariwisata, juga ada upaya menggadeng provider dalam upaya memberikan peningkatan layanan.
“Masih dimatangkan. Mungkin di spot wisata yang susah sinyal bisa dikerjakan melalui kerja sama Corporate Social Responsibility [CSR] dengan perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi,” katanya.
Kendala Geografis
Wahyu menambahkan, upaya penyediaan layanan sinyal telekomunikasi di area blankspot pernah dilakukan. Meski demikian, upaya tersebut tidak semudah yang dibayangkan karena selain sarana, juga terkendala kondisi geografis.
Dia mencontohkan, untuk kawasan Pantai Wediombo sudah pernah akan dipasang penguat sinyal. Namun, tidak berjalan dengan lancar. Wahyu berdalih, pemasangan tower ada batasan ketinggian, sedangkan dari sisi lokasi berada di cerukan sehingga mempersulit program tersebut.
“Tangkapan sinyalnya susah karena lokasinya di bawah dan terhalan perbukitan. Untuk solusinya, sudah ada dengan menarik jaringan fiber optic di Kalurahan Jepitu, tapi tidak bisa dilakukan sekarang karena kemungkinan baru terlaksana di awal tahun depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.
Ledakan stasiun gas di Ras Laffan Qatar menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya. Pemerintah pastikan bukan sabotase.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.