Tak Hanya KTP Kota Jogja, Pemkot Siap Layani Vaksinasi untuk Warga Luar

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
06 Oktober 2021 15:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja mengupayakan cakupan vaksinasi tuntas pada Oktober ini sebagai bagian dari penanganan pandemi Covid-19. Strategi vaksinasi yang dulunya fokus pada warga ber-KTP Jogja, kini diubah dengan target seluruh warga yang beraktivitas di wilayah itu.

"Artinya semua yang beraktivitas di Kota Jogja harus kita vaksin agar tercipta herd immunity. Sebab virus ini menyebar bukan dibatasi kepemilikan KTP, tetapi tingkat interaksi," kata Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, Rabu (6/10/2021).

Oleh karena itu, Heroe menyatakan cakupan vaksinasi pun kian diperluas yakni dengan menyasar para pelaku perdagangan, pedagang kaki lima (PKL), pelaku wisata, pelayan publik dan tenaga kesehatan. Tak luput pula para pelajar, santri dan mahasiswa atau elemen masyarakat lainnya yang kerap melakukan aktivitas harian di kawasan tersebut.

"Termasuk warga luar yang domisili atau tinggalnya di Kota Jogja," tambah dia.

Baca juga: Hasil Studi Mengungkap Vaksinasi Minimalisasi Risiko Penularan Varian Delta

Heroe menjelaskan, sampai hari ini ada sebanyak 589.000 lebih dosis vaksin yang telah disuntikkan ke masyarakat. Sementara, jumlah sasaran vaksin bagi warga Jogja yang ber KTP setempat hanya sejumlah 348.000. Dengan demikian, Pemkot Jogja secara persentase cakupan vaksin telah mencapai angka 170 persen.

"Yang kita vaksin dari luar DIY ada lebih dari 116.000 warga, Sleman lebih dari 105.000, kemudian Bantul ada 74.000 lebih, Gunungkidul dan Kulonprogo 50.000. Karena itu memang konsekuensi yang harus kita lakukan untuk menyetop sebaran virus demi kesehatan seluruh warga Kota Jogja," urainya.

Di sisi lain, berdasarkan perhitungan dari 348.000 target vaksin kepada warga Kota Jogja itu, sebanyak 73,7 persen lebih diklaimnya sudah divaksin atau sebanyak 255.000 orang. "Memang masih ada yang belum divaksin itu sekitar 90.000 warga KTP Jogja yang tidak tinggal disini atau yang penyintas dan komorbid," ujarnya.

"Yang jelas mulai dari RT, RW dan ketua Dasawisam dan PKK sudah kami tugaskan untuk menyisir semua warga di lingkungannya masing-masing," sambungnya.

Beriringan Antardaerah

Menurut Heroe, cakupan vaksinasi berkaitan dengan penurunan level PPKM tidak bisa hanya dilihat berdasarkan capaian vaksin dari wilayah Kota Jogja saja. Sebagai wilayah aglomerasi, konektivitas DIY saling terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Sehingga strategi penanganan pandemi termasuk vaksinasi mesti dilakukan beriringan antar daerah.

"Intinya kita tetap upayakan agar cakupan vaksin bisa tuntas pada Oktober ini dan kesadaran masyarakat untuk mau vaksin dan taat prokes itu semakin tinggi," katanya.