Rejowinangun Masuk Daftar 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno (kiri) saat berinteraksi dengan Dalang Cilik, di Rejowinangun, Jumat (8/10/2021). - Herlambang Jati Kusumo
09 Oktober 2021 08:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Wisata Rejowinangun Jogja masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno memberi apresiasi.

“Selamat untuk Kampung Wisata Rejowinangun yang masuk 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia, banyak potensi di sini,” ucap Sandiaga saat mengunjungi Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede, Jumat (8/10/2021).

Pada kesempatan itu Sandiaga berkeliling melihat potensi yang ada di Rejowinangun. Ia mengapresiasi banyaknya potensi di daerah itu, mulai dari potensi kuliner, hingga kerajinan, dan layanan wisata. Salah satunya yaitu Monalisa. “Monalisa ini bukan nama perempuan, tetapi program jalur wisata. Pengunjung bisa bersepeda menikmati Jogja,” ujarnya.

Selain piagam penghargaan sebagai 50 Desa Wisata Terbaik, Kampung Wisata Rejowinangun juga mendapat berbagai fasilitas penunjang seperti akses internet gratis selama satu tahun hingga paket CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability).

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan apresiasi ini juga sebagai hadiah Hari Ulang Tahun ke-265 Kota Jogja. Dia juga mengharapkan potensi yang ada dapat terus dikembangkan, dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak. “Sebagai hadiah HUT Jogja, sebagai pengingat juga teman-teman Rejowinangun nantinya, dapat hadiah dari Mas Sandiaga Uno,” ucap Heroe.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Rejowinangun, Dodik Rahmanto menjelaskan Kampung Wisata ini menyuguhkan wisata dengan lima kluster yaitu budaya, kerajinan, herbal, kuliner, dan terakhir klaster agro. “Setiap klaster menampilkan berbagai suguhan wisata yang menarik dengan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan Kampung Wisata Rejowinangun telah dirintis sejak 2010. Dalam pengelolaannya mengutamakan pemberdayaan masyarakat, untuk melayani tamu. Wisatawan yang datang dapat berinteraksi dan memperoleh pengalaman mulai dari membuat batik hingga menanam sayur.

Pemberdayaan Masyarakat

“Kami mengutamakan pemberdayaan masyarakat untuk menggerakkan kampung wisata ini,” katanya seperti dilansir Antara.

Kampung Wisata Rejowinangun bahkan sudah memegang rekor MURI sebagai pembuat keripik dengan jenis terbanyak, yaitu ada 272 daun yang diolah menjadi keripik seperti bayam, kenikir, anggur, hingga pare.

Sebelum pandemi Covid-19, Kampung Wisata Rejowinangun banyak menerima tamu dari berbagai daerah bahkan dari Pulau Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. “Banyak yang melakukan studi banding. Tetapi tamu jauh berkurang saat pandemi,” katanya.

Meski sudah masuk sebagai desa wisata terbaik, namun Dodik mengatakan, akan terus melakukan pengembangan di antaranya untuk sektor kerajinan, pengembangan agrowisata, hingga meningkatkan kualitas produk jamu.

“Kami akan upayakan agar jamu produksi kampung wisata ini bisa memperoleh nomor BPOM. Tetapi kualitas jamu tanpa pengawet tetap harus dipertahankan,” katanya.