Viral Jogja Ramai hingga Macet di Malam Minggu, Warganet: Nggak Ada Lagi PPKM Ya?

Suasana di Alun-Alun Kidul Jogja pada Sabtu (9/10/2021) malam. - Ist/dok CCTV Diskominfo DIY
10 Oktober 2021 14:07 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kota Jogja berada di Level 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski demikian, pada Sabtu (9/10/2021) malam, suasana di tempat hiburan ramai oleh wisatawan.

Pantauan kondisi keramaian di Jogja tampak dari unggahan warganet di berbagai media sosial. Di media sosial twitter, keramaian suasana Jogja di malam Minggu ini seperti diunggah oleh akun twitter @merapi_uncover.

Akun tersebut membagikan foto CCTV milik Dinas Komunikasi dan Informatika DIY yang dipasang di atas Alun-Alun Kidul (Alkid) Jogja. Dalam foto tersebut, tampak lapangan Alkid berisi ratusan orang namun mereka berkelompok kecil-kecil dua hingga lima orang, dan setiap kelompok mengambil jarak dengan kelompok lain.

Di tepi jalan tampak parkir sepeda motor penuh.

"Terpantau CCTV suasana malam Minggu di Alkid malam ini syahdu..Ada yang lagi di sini?," tulis akun @merapi_uncover pada Sabtu malam.

Pemandangan wisatawan itu pun mendapat tanggapan dari warganet. Seorang warganet menyebutnya sebagai dolan jaga jarak, karena mereka menjaga jarak satu sama lain dan tidak bergerombol. Namun, ia menduga mereka akan berhimpitan saat berjalan ke parkiran.

"Definisi dolan dengan jaga jarak. tp tttp uyek2an pas mlaku neng parkiran," komentar akun @Ditalenirafia2.

"Aku tadi maleman lewat jauh lebih rame dr ini. Po mergo aku seko samping ya deloke... [Aku tadi lebih malam lewat, jauh lebih ramai dari ini. Apa karena aku dari samping melihatnya?]" komentar @tigisanitsuga.

Pada saat yang sama, lalu lintas di Malioboro dilaporkan macet. Hal ini seperti diposting oleh warganet dengan nama akun
@ABerharga. Ia menyebut pada pukul 21.42, Jalan Malioboro macet sambil menyertakan foto kemacetan tersebut.

Selain di pusat kota, kemacetan juga terjadi di Selokan Mataram. Video kemacetan di Selokan Mataram yang berasal dari akun twitter @__bswf dibagikan oleh akun @JogjaUpdate.

Dalam video tersebut tampak sepeda motor memenuhi jalan di bagian kiri dan mobil di bagian kanan sehingga menyebabkan lalu lintas bergerak sangat lambat.

"Selokan Mataram on Saturday Night," tulisnya.

Menanggapi kondisi tersebut, warganet pun mempertanyakan status Jogja yang masih PPKM level 3.

"Macetos di mana-mana, ajib..Ngga ada lagi PPKM yaa..," komentar @sherlyaschari.

Nah, seperti itulah gambaran Jogja di malam Minggu ini. Bagi Anda yang berada di Jogja, mari tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu 5M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sejumlah kabupaten di DIY sudah memasuki PPKM Level 2 meski secara umum DIY statusnya masih di Level 3. Selain itu perekonomian DIY juga terus merangkak naik.

Airlangga mengatakan kasus DIY secara umum terus menurun. Di sisi lain kesembuhan terus meningkat sampai pada 95,95%, sedangkan angka kematian 3,35% atau lebih baik dari rata-rata nasional.

Vaksinasi dosis pertama tercapai 2,4 juta sasaran dan dosis kedua 1,5 juta dosis atau 54% dari target. Level PPKM di DIY juga terus membaik, posisi saat ini ada tiga wilayah yang sebenarnya sudah masuk PPKM Level 2.

“Kota Jogja berada di Level 3, Bantul di Level 3, Gunungkidul Level 2, ini karena ada bupati di sini kami mengapresiasi, kemudian Kulonprogo Level 2 dan Sleman juga turun di Level 2,” kata Airlangga kepada wartawan Airlangga usai menghadiri konsolidasi tertutup dengan kader Partai Golkar DIY di salah satu hotel Kota Jogja, Sabtu (8/10/2021) malam.

Ia mengapresiasi pertumbuhan ekonomi DIY yang juga terus merangkak naik. Rata-rata nasional pada kuartal kedua mengalami perbaikan di angka 7,07% tetapi DIY berhasil melesat di angka 11,81%.

“Artinya saat sekarang perekonomian DIY sudah mulai menggeliat dan pandemi Covid-19 mulai terkendali,” kata pria yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini.

Namun ia berpesan agar DIY tetap waspada agar tetap melakukan pemantauan terhadap protokol kesehatan (prokes) masyarakat. Kondisi saat harus terus dipertahankan agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19.