Kota Jogja Urus Sertifikat CHSE untuk Kawasan Malioboro

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
11 Oktober 2021 09:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dalam proses kepengurusan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) dan QR Code untuk Malioboro. Pada dasarnya, CHSE dan QR Code Peduli Lindungi merupakan syarat pembukaan tempat publik, termasuk destinasi wisata.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, ada saran dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno agar mengurus CHSE dan QR Code untuk Malioboro. “Kami persiapkan QR Code Peduli Lindungi. Menteri [Sandiaga] menyarankan untuk mengajukan CHSE dan QR Code untuk bisa membuka Malioboro,” kata Heroe, Jumat (8/10/2021).

BACA JUGA : 4.000 Orang Kunjungi Malioboro di Akhir Pekan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan apabila beberapa destinasi wisata di Jogja telah mengajukan persyaratan CHSE dan QR Code. Beberapa telah lolos, meski sertifikat fisik belum turun.

Untuk Malioboro, secara karakteristik bukanlah tempat wisata, namun kawasan pusat ekonomi. Berbeda dengan destinasi wisata, Malioboro tidak memiliki loket tiket, one gate system, dan lainnya. Namun lantaran banyak dikunjungi masyarakat, Pemkot Jogja mengurus CHSE dan QR Code sebagai penerapan standar kesehatan.

“Kendala Malioboro apabila mengurus CHSE karena tidak bisa hanya Malioboro saja, tapi juga pertokoannya. Malioboro bukan tempat wisata, tapi kawasan,” kata Wahyu. “Pemkot terus menggodok untuk mengoptimalisasikan Malioboro. Karena dari destinasi manapun di DIY, ujungnya pasti Malioboro.”

BACA JUGA : Di Malioboro, Jokowi Luncurkan Bantuan Rp1,2 Juta untuk 1 Juta PKL

Saat ini sedang Pemkot Jogja dalam proses penyusunan mekanisme kunjungan di Malioboro agar lebih aman, termasuk alur keluar masuknya. Selain destinasi wisata, ke depan penerapan CHSE dan QR Code Peduli Lindungi juga akan diterapkan di perkantoran, sekolah, pasar, sampai tempat ibadah.