Advertisement

Muncul Klaster Covid-19 dari Aktivitas Senam di Bambanglipuro

Catur Dwi Janati
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:37 WIB
Sunartono
Muncul Klaster Covid-19 dari Aktivitas Senam di Bambanglipuro Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BAMBANGLIPURO--Setelah beberapa landai, kemunculan klaster Covid-19 kembali muncul di salah satu pedukuhan di Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Salah satu warga yang ikut aktivitas senam ternyata terkonfirmasi positif, akibatnya para peserta senam lainnya ikut terpapar.

Berdasarkan penjelasan Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Tarsisius Glory pada Senin (11/10/2021), munculnya klaster dari aktivitas senam mencuat dari salah satu warga yang terkonfirmasi positif. Saat hendak kembali ke Kalimantan, warga yang bersangkutan menjalani tes sebagai syarat keberangkatan dan hasilnya terkonfirmasi positif. Dari hasil tracing diketahui bila sang istri dan ibunya juga terkonfirmasi positif.

BACA JUGA : Bantul Catat Rekor 642 Kasus Baru Covid-19 Sehari

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tak menjalani isolasi, ibu yang terkonfirmasi positif justru nekat mengikuti aktivitas senam di padukuhan. Hal ini sontak membuat peserta senam lainnya masuk dalam kontak penulusuran. "Setelah dilakukan uji swab PCR oleh Puskesmas Bambanglipuro, diketahui enam warga yang ikut senam dinyatakan positif," katanya.

Kesembilan warga yang terkonfirmasi positif dijelaskan Glory tergolong dalam pasien tanpa gejala atau OTG. "Harapan kita hanya sembilan saja yang positif. Jangan sampai tracing kepada enam peserta senam nantinya muncul kasus baru lagi," ujarnya.

Lurah Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul Edi Murjito mengakui ada kemunculan sebaran kasus Covid-19 dari aktivitas senam warga. Padahal sekali senam bisa diikuti 30-40 warga. Edi pun mengambil tindakan cepat dengan menghentikan aktivitas senam di lingkungan tersebut.

BACA JUGA : Ada Klaster Warung Soto, Ini Penyumbang Paling Banyak

Atas kejadian tersebut, Edi mengimbau masyarakat meskipun adanya kelongaran aktivitas selama PPKM Level 3, protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan. "Prokes tidak boleh kita kendor, tidak boleh kita lena. Masker ini wajib. Makanya saya suruh off dulu, sementara off dulu senamnya," tegasnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejagung Periksa 4 Pejabat BUMN Waskita Karya

News
| Selasa, 27 September 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement