Sandiaga Uno Apresiasi Aplikasi Ai Mbak Dewi, Hasil Kolaborasi Abdimas UAJY dan UKRIM

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno (tengah) melakukan kunjungan ke Desa Wisata Tinalah, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo pada Senin (11/10 - 2021)/Ist
12 Oktober 2021 12:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pandemi COVID-19 berdampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan sektor pariwisata yaitu melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Desa wisata diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Tinalah, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo pada Senin (11/10/2021). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka penilaian 50 besar Desa Wisata ‘Indonesia Bangkit’ Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Desa Wisata Tinalah masuk dalam daftar 50 besar Desa Wisata ‘Indonesia Bangkit’ ADWI 2021.
Dalam acara ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga meresmikan aplikasi Mbak Dewi. Sandiaga Uno menyambut baik dan mengapresiasi aplikasi Mbak Dewi.

“Wah, ini aplikasi Mbak Dewi aplikasi yang berbasis AI ya? Bagus, ini saya sudah dengar tentang ini. Saya resmikan dengan tanda tangan. Selamat dan sukses buat Dewi Tinalah,” tegas Sandiaga Uno.

Aplikasi Mbak Dewi ini merupakan produk kolaborasi pengurus Desa Wisata Tinalah dengan Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan Universitas Kristen Immanuel (UKRIM).

Tim ini diketuai oleh Dr. Desideria Cempaka Wijaya Murti, MA sebagai ahli di Bidang Komunikasi Pariwisata UAJY. Anggota terdiri dari Dr. Victoria Sundari Handoko, M.Si ahli di Bidang Sosiologi Pariwisata UAJY dan Antonius Bima Murti Wijaya, MT ahli di bidang IT UKRIM.

Digitalisasi desa wisata menjadi salah satu terobosan yang mampu membangkitkan pariwisata yang terpuruk selama pandemi COVID-19, sekaligus mendukung upaya pariwisata berkelanjutan. Melihat peluang tersebut, tim abdimas UAJY dengan UKRIM ini mengembangkan digitalisasi kelas alam dengan teknologi kecerdasan buatan di Desa Wisata Tinalah.

“Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam hal ini UAJY dan UKRIM untuk bekerjasama dengan Desa Wisata (Dewi) khususnya di Dewi Tinalah dalam pengembangan kelas alam berbasis digital diperlukan untuk pengembangan wisata pada saat pandemi COVID-19,” ujar Victoria Sundari Handoko selaku anggota Tim Abdimas UAJY.

Aplikasi Mbak Dewi menjadi pioneer aplikasi desa wisata yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan di seluruh Indonesia. Teknologi kecerdasan buatan ini menciptakan fasilitas interaksi baru bagi wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata Tinalah.

Aplikasi ini akan menjadi media pembelajaran alam yang aman bagi wisatawan dengan interaksi yang berjarak antar wisatawan.

Teknologi kecerdasan buatan yang digunakan dalam aplikasi ini yaitu teknologi image recognition. Melalui teknologi ini, peserta kelas alam dapat melakukan foto pada benda alam dan secara otomatis informasi mengenai benda alam yang difoto akan muncul pada aplikasi Dewi Tinalah.

Teknologi akan membaca data foto benda alam (batu, burung, atau flora) tersebut, dan mengintegrasikan informasinya dengan aplikasi yang telah dibuat.

“Pengembangan strategis digitalisasi pariwisata dapat dilakukan dengan melibatkan teknologi kecerdasan buatan yakni image recognition. Teknologi ini memiliki potensi untuk dieksplorasi terutama untuk mendukung program pariwisata yang berkelanjutan dan modern di era industri 4.0,” ujar Antonius Bima Murti Wijaya, anggota Tim Abdimas UKRIM.

Aplikasi Mbak Dewi dapat menghadirkan atraksi wisata baru di Desa Wisata Tinalah. Wisatawan dapat merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan sekaligus dapat belajar mengenai potensi alam dan kearifan lokal yang ada di Desa Wisata Tinalah.
“Desa wisata yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi akan menunjang inovasi. Aplikasi kelas alam Mbak Dewi ini justru didesain untuk membuat interaksi dengan warga lokal semakin fun karena ada games dan diintegrasikan dengan outbound,” tambah Dr. Desideria Cempaka Wijaya Murti, M.A

Aplikasi Mbak Dewi ini diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat Desa Wisata Tinalah. Dengan hadirnya aplikasi Mbak Dewi ini, jumlah wisatawan diharapkan dapat meningkat, sehingga menambah pendapatan masyarakat Desa Wisata Tinalah. Selain itu, aplikasi Mbak Dewi ini juga diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar anak-anak di Desa Wisata Tinalah.

“Belajar bersama melalui teknologi untuk menemukan dan mengenali keunikan alam melalui brand image “Mbak Dewi” dapat menjadi sumber inovasi bersama untuk kesejahteraan penduduk desa,” ujar Galuh Fahmi, Pokdarwis Dewi Tinalah.