Situs Informasi Covid-19 Bantul Diretas, Sudah 3 Pekan Tak Dapat Diakses

Ilustrasi peretasan - Pixabay
12 Oktober 2021 18:17 WIB Yosef Leon Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Laman situs web penginformasi data pembaharuan Covid-19 milik Pemerintah Kabupaten Bantul diretas. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul menyebut, aksi peretasan sudah berlangsung sejak tiga pekan lalu dan sampai sekarang masih belum bisa diakses publik.

Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan, situs web yang beralamat di corona.bantulkab.go.id tersebut masih belum bisa diakses. Laman hanya menampilkan tulisan bahwa situs web untuk sementara ditangguhkan atau account suspended dengan warna putih dan hitam. Laman ini kerap menginformasikan terkait dengan data Covid-19 di Bantul.

BACA JUGA : Bantul Catat Rekor 642 Kasus Baru Covid-19 Sehari, Dinkes

"Situsnya kan diretas orang. Jadi selama tiga minggu enggak bisa diakses," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Fenty mengaku bahwa sampai saat ini situs web itu belum diperbaiki karena membutuhkan banyak waktu dan energi. Sementara pihaknya masih fokus dalam pengerjaan bidang yang lain. Untuk sementara waktu, publik bisa mengakses informasi pembaharuan data Covid-19 pada akun resmi Pemkab Bantul, Instagram ataupun Facebook.

"Saat ini solusinya kami sampaikan data Covid-19 melalui sosial media. Lantaran lebih efisien serta efektif," ungkapnya.

Penginformasian data perkembangan Covid-19 menurut dia juga cukup bagus dilakukan melalui kanal sosial media yang dikelola Pemkab Bantul. Interaksi masyarakat terhadap serapan informasi lebih cepat dan mendapat respon positif. "Terlihat dari tanggapan yang ada di sosial media, responsnya positif," katanya.

BACA JUGA : Ada Klaster Warung Soto, Ini Penyumbang Paling Banyak 

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul per 11 Oktober 2021 melaporkan kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak tujuh kasus, sembuh ssbanyak 40 pasien dan meninggal dua orang. Angka kasus harian terus menurun sejak Juni dan Juli lalu dimana kasus Covid-19 mencapai puncaknya.