Penanaman Cabai Rawit di Luar Musim Diharapkan Stabilkan Stok & Harga

Pedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
13 Oktober 2021 08:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Penanaman cabai di luar musim atau off season cabai rawit tengah dirancang bakal diimplementasikan di Srigading, Sanden, Bantul. Panen cabai off season diharapkan dapat menambah pasokan cabai dan menstabilkan harga cabai.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Imawan Eko Handriyanto dalam rangka meningkatkan produktivitas cabai rawit, bantuan penanaman cabai rawit off season tengah digodok. "Pada Januari dan Februari itu biasanya produk holtikultura cabai dan bawang merah itu kurang," ujarnya pada Selasa (12/10/2021).

Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Malangan, Srigading akan menjadi sasaran percontohan penanaman cabai rawit off season ini. "Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala akan menanam demfarm cabai rawit untuk mengisi kekurangan stok itu," terangnya.

"Sehingga nanti harapannya salah satu upaya supaya stoknya itu tambah, harganya tidak naik. Itu salah satu cara," imbuhnya.

Baca juga: Covid-19 DIY Tambah 33 Kasus, Positivity Rate 0,44 Persen

Bentuk dan skema fasilitasi bantuan penanaman dari persiapan lahan sampai panen saat ini tengah diproses. "Sifatnya fasilitasi sarana produksi [saprodi], bukan dalam bentuk uang. Tetapi bibit, pupuk, seperti itu," ujarnya.

"Kalau ini masif dijalankan kelompok-kelompok tani, ini akan bagus. Meskipun ada faktor risiko yang dihadapi petani untuk masalah cuaca, iklim, hama penyakit di off season, harapannya tidak terjadi,"

Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Malangan, Srigading, Abdul Mukid menerangkan forum mengajukan dua hektare lahan siap pakai untuk dijadikan percontohan budidaya tanaman cabai off season. Dari berkas yang diajukan, total diperlukan bantuan pembiaayaan senilai Rp184 juta. Anggaran yang diajukan merupakan pembiayaan dari olah tanah, pemasangan mulsa, bibit, pemupukan dan pemeliharaan lainmya sampai panen nantinya.

Satu pohon cabai rawit off season diprediksi Mukid mampu memproduksi paling rendah 0,8 kilogram cabai. Bila per hektarenya lahan mampu ditanami 50.000 tanaman, maka dua hektare lahan percontohan ditargetkan mampu menghasilkan 80 ton cabai rawit selama off season. "Nantinya 30 persen keuntungan akan masuk kembali ke forum untuk mengembalikan biaya modal budidaya di musim berikutnya," jelasnya.

Tumpang Sari

Selain itu, Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Malangan, Srigading juga melakukan penanaman cabai rawit mandiri dengan sistem tumpang sari tanaman bawang merah di lahan seluas satu hektare. Rencananya, lahan tersebut akan ditanam berbarengan dengan penanaman cabai rawit demfarm. Penanaman tumpang sari tersebut dibiayai kas kelompok yang diharapkan juga menggugah semangat para petani dalam bertani.

"Mudah-mudahan bantuan program penanaman cabai rawit off season nantinya petani bisa menikmati hasil panen di luar musim. Karena biasanya di luar musim kan harganya tinggi, tapi kan kalau hasilnya bagus di daerah kita harganya tidak terlalu tinggi artinya terjangkau," pungkasnya.