Sungai di 3 Kelurahan Ditata untuk Rekreasi

Heroe Poerwadi (ketiga dari kiri) saat memberikan bantuan dan susur sungai di Kelurahan Terban, Jogja, Jumat (15/10). - Ist.
17 Oktober 2021 09:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN – Penataan tepi sungai yang berada di kelurahan-kelurahan di Kota Jogja terus digencarkan. Selain bagian dari memperbaiki tata kawasan, penataan ini juga untuk memaksimalkan potensi ekonomi melalui pariwisata. Tepi sungai yang dahulu kumuh, kini lebih tertata dan bisa dilalui kendaraan maupun sepeda. Jalur ini bisa dipakai oleh pesepeda untuk rekreasi.

Saat ini, beberapa kelurahan yang berdekatan dan memiliki karakteristik yang sama membuat program Dodolan Kampung, salah satunya di Kelurahan Pringgokusuman, Bumijo, dan Terban. Beberapa waktu sebelumnya, wilayah tepi sungai di tiga kampung tersebut telah dirampungkan beberapa pembenahan.

Menurut Lurah Terban, Narotama, daerah tepi sungai dahulu merupakan tempat yang jarang terjamah. “Dulunya jarang terjamah karena di pinggir kali. Kebetulan pada hari ini sudah selesai pembangunan Kotaku, yang dulu akses motor saja susah. Karena bantuan dari pemerintah dan warga, sekarang mobil bisa masuk,” kata Narotama, Jumat (15/10/2021).

Dalam kunjungan sekaligus pemberian bantuan pada warga, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjajal jalur sepeda pinggir sungai di tiga kelurahan tersebut. “Kami ucapkan sugeng rawuh. Kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya pagi ini. Kami merasa sangat tersanjung karena di wilayah kami ini,” kata Narotama.

Heroe bersama rombongan dari Grab dan JogjaBike memulai bersepeda dari halaman Dinas Pariwisata Kota Jogja. Setelah itu dia menuju Kelurahan Pringgokusuman, Bumijo, dan berakhir di Terban.

“Kami berbagi sembako untuk memperkuat kerja sama kami. Ini adalah bentuk perhatian dari teman-teman korporasi untuk menunjukkan upaya memajukan Gandeng Gendong, sebagai upaya kami bersama merespon kondisi terkini,” kata Heroe.

Dalam kunjungan ini, Heroe berharap warga bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Termasuk apabila memiliki potensi yang serupa dengan kelurahan lain, maka bisa saling belajar satu sama lain. Di masa pandemi Covid-19 ini, perlu saling bergandengan dan bergendongan untuk bisa bangkit.