Posko Gumaton Aktif Kembali, Kawasan Tugu, malioboro dan Kraton Diperketat

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
17 Oktober 2021 17:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja kembali mengaktifkan posko Tugu, Malioboro, Keraton (Gumaton) untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan pengunjung di kawasan sumbu filosofis. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi melonjaknya kunjungan wisatawan di masa akhir pekan dan libur Maulid Nabi.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Jogja, Ricardo Putro Mukti Wibowo mengatakan, posko Gumaton sebelumnya dinonaktifkan menyusul melandainya kasus Covid-19 di wilayah setempat. Kemudian di masa akhir pekan ini, posko kembali dibuka untuk memantau kepatuhan protokol kesehatan para pengunjung.

"Sudah kita aktifkan kembali sejak akhir pekan ini. Sabtu kemarin kita mulai pemantauan dan akan berlangsung sampai libur Maulid Nabi mendatang," kata Rikardo, Minggu (17/10/2021).

Dia menyebut, posko Gumaton melibatkan petugas dari unsur Sat Pol PP Kota Jogja, TNI/Polri, Jogoboro dan juga Linmas setempat. Pengawasan protokol kesehatan dilakukan dengan patroli menyisir jalanan sepanjang Malioboro lalu Tugu dan juga Keraton. Petugas melakukan imbauan dan upaya persuasif kepada pengunjung yang masih abai terhadap protokol kesehatan.

"Dilakukan patroli dan himbauan serta mencegah kerumunan," ujarnya.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Korupsi, Putra Alex Noerdin Diduga Terima Fee Rp2,6 Miliar

Tak hanya di fasilitas publik, antisipasi pelanggaran protokol kesehatan dan juga pengawasan juga dilakukan oleh objek wisata yang diperbolehkan buka di masa PPKM level 3 ini. Salah satunya Gembira Loka Zoo. Pengelola menyebut tingkat kunjungan belum cukup signifikan di akhir pekan ini dan masih sama dengan akhir pekan sebelumnya.

"Kondisi seperti weekend biasa, cuma sedikit meningkat daripada saat weekday," kata Kepala Bagian Humas dan Promosi GL Zoo, Fahmi Ramadhan.

Namun begitu, Fahmi memastikan bahwa pengawasan terhadap protokol kesehatan tetap dilakukan. Aturan masuk ke lokasi wisata juga masih sama, yakni wajib vaksin dan memindai aplikasi Pedulilindungi. "Untuk protokol kesehatan baik itu sarana dan pengawasan masih normal. Karena kunjungan belum luar biasa, masih ramai lancar," ungkap dia.