Kader PKS Diminta Borong Produk UMKM

Aktivitas Business Oportunity Expo Sidikan, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (17/10/2021). - Ist.
17 Oktober 2021 19:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Jogja melaunching Business Oportunity Expo Sidikan, Umbulharjo, Jogja, Minggu (17/10/2021). Kegiatan berupa pameran beragam produk UMKM ini untuk menggairahkan pasar lokal. Untuk memotivasi para pelaku UMKM yang terlibat, para kader PKS diminta untuk memborong barang dagangan atau produk UMKM yang dipamerkan.

Ketua DPD PKS Jogja Nasrul Khoiri menjelaskan kegiatan pameran itu digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Setiap pengunjung yang masuk harus melalui pengawasan panitia, selain itu dilakukan pembatasan. Jumlah UMKM yang diikutsertakan pun hanya 22 orang penjual saja meski yang mendaftar sedikitnya 100 pelaku UMKM.

BACA JUGA : 1.126 UKM di Kota Jogja Terima BPUM

“Kegiatan itu merupakan rangkaian dari sebelumnya pendampingan yang telah diberikan PKS kepada para pelaku UMKM selama pandemi Covid-19. Kami berusaha memberikan dukungan kalau mereka berjualan kami beli biar, dari kader. Ada 22 pelaku UMKM, pusatnya Umbulharjo dan beberapa kecamatan,” katanya dalam rilisnya.

Nasrul menambahkan agar dagangan cepat habis maka para kadernya diimbau untuk memborongnya. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM agar bangkit kembali melalui percepatan peningkatan pasar konsumen lokal.

“Anggota kita minta untuk memborong barang dagangan pelaku UMKM ini agar hari ini habis semua jualannya. Pemborong tersebut menyerahkan uang kepada panitia pameran kemudian diwujudkan dalam bentuk voucher yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar di lokasi pameran,” katanya.

Ketua DPW PKS DIY Agus Mas’udi mendorong para pelaku UMKM agar memanfaatkan di event BOE untuk membangun jaringan dan memperluas pasar. Karena para pelaku UMKM dimungkinkan untuk bertemu dengan konsumen dengan kebutuhan yang lebih besar sehingga produksinya bertambah. Kegiatan tersebut ke depan akan digelar secara rutin.

BACA JUGA : Separuh UMKM di Kota Jogja Belum Kantongi NIB

“Kami berusaha membantu akses pasar, minimal barang dagangan mereka kita beli langsung dari pelaku UMKM,” ucapnya.