Kantor Pinjol di Sleman Disamarkan Jadi Call Center

Kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Padukuhan Samirono, Kalurahan Caturtunggal, kapanewon Depok, Kamis (14/10/2021) malam. - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
17 Oktober 2021 09:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) di RT 03, RW 19, Padukuhan Sagan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, mengejutkan warga sekitar. Pasalnya, selama ini para karyawan kantor tersebut membaur dengan warga dan terlihat baik.

Salah satu warga yang rumahnya terletak di sebelah selatan kantor pinjol yang digrebek itu, Suci, mengaku karyawan kantor pinjol kerap makan di warung makan miliknya. “Orangnya baik, kalau makan di sini, warung sekitar sini,” ujarnya, Sabtu (16/10/2021).

Ia menuturkan kantor tersebut belum lama beroperasi, baru setelah Lebaran tahun ini. “Warga tahunya itu kantor call center. Nggak tahu kalau ternyata pinjol,” ungkapnya.

Meski demikian, warga cukup mengenal dengan para karyawan karena membaur dengan masyarakat. Ia pun mengaku sedih ketika melihat para karyawan diangkut untuk diperiksa di Polda Jawa Barat. “Makanya kemarin pas lihat diangkut kasihan juga,” kata dia.

Hal ini diakui oleh Ketua RT 03, Papang Gemistiar. Ia mengatakan pengelola kantor tersebut mengajukan izin menggunakan bangunan sebagai kantor call center kepadanya. “Izinnya untuk call center, lainnya tanya soal parkiran. Terus saya suruh ke tempat Pak RW,” ujarnya.

Ia juga membenarkan perusahaan itu belum lama beroperasi. Sebelumnya, gedung itu digunakan untuk kantor asuransi.

Sebanyak 79 dari 83 karyawan yang diperiksa Polda Jabar dipulangkan. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan Polda DIY tidak mengetahui hal ini karena penanganan semuanya oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Barat. 

Ia juga mengaku sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat kepada Polda DIY yang menjadi korban pinjol.