Ada Pameran Seni di Bandara YIA

Sejumlah pelaku seni saat menari dalam acara pembukaan pameran seni rupa di terminal keberangkatan Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (16/1/2021)-Ist - Humas Bandara YIA
17 Oktober 2021 20:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sejumlah seniman seni rupa dari DIY dan Kabupaten Purworejo menggelar acara pameran seni rupa di terminal keberangkatan Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (16/10/2021). Bupati Purworejo RH Agus Bastian yang mempunyai ketertarikan pada seni lukis hadir sebagai undangan kehormatan.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura 1 Ike Yutiane Purwanita mengatakan dirinya bangga bahwa bandara YIA dapat ikut berkontribusi dalam pameran seni rupa wayang ini. Bandara YIA sebagai bandara yang terletak di Jogja terkenal dengan aspek seni serta kebudayaannya. Bandara YIA terus ikut serta dalam upaya pelestarian budaya dan seni khususnya budaya dan seni Jawa.

"Kerja sama ini sudah yang kesekian kalinya kita lakukan, ini menunjukan komitmen YIA yang kuat untuk ikut mempromosikan seni dan budaya jawa kepada dunia. Kami berharap dengan adanya pameran ini akan semakin meningkatkan eksistensi pekerja seni dan budaya di wilayah Jateng dan DIY," kata Yutiante pada Minggu (17/10/2021).

BACA JUGA: Belasan Orang Terpapar Corona dari Klaster Tilik di Bantul, 3T Digencarkan

Dikatakan Yutiante, pada acara tersebut juga ditampilkan tarian karya penari sanggar tari Prigel serta dilakukan penyerahan lukisan karya warga Purworejo untuk ditampilkan di bandara YIA selama sebulan. Bupati juga menyempatkan melihat pameran lukisan serta membeli satu lukisan.

Sementara itu, Bupati Agus Bastian mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada DINI Media Pro yang telah bekerjasa sama dengan PT Angkasapura I untuk menggelar pameran karya seni rupa wayang dan cerita-cerita lainnya di YIA.

"Walau saat ini masih dalam masa pandemi, tapi kita senantiasa harus merawat semangat berkarya. Saya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi masyarakat terhadap dunia seni rupa, sekaligus wadah untuk mengekspresikan karya para pegiat senirupa di wilayah Jateng dan DIY," ujar Agus.

Menurut Agus, kehadiran pemerintah dan komponen terkait memang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, perajin dan seniman, karena mereka adalah kelompok yang sangat terdampak di masa pandemi Covid-19. "Tak hanya memberi dampak ekonomi, kegiatan pameran ini diharapkan dapat menjaga asa dan harapan para seniman agar tak patah semangat dan terus berkreativitas," kata Agus.

Lebih lanjut, wayang telah diakui UNESCO sebagai kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya. Pada tanggal 7 November 2003 silam, UNESCO menobatkan wayang sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia. Sejak itulah, tanggal 7 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia.

Dikatakan Agus, pemerintah kabupaten Purworejo memiliki komitmen untuk meningkatkan, mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional sebagai salah satu program pembangunan daerah. "Sehingga kami sangat mendukung kegiatan apapun yang berkontribusi bagi upaya pelestarian wayang, termasuk melalui dunia seni rupa," ungkap Agus.