Wisata Dibuka, Dewan Bantul Minta Pemkab Kejar PAD

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
22 Oktober 2021 21:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dibukanya kembali destinasi wisata membuat potensi capaian PAD Bantul 2021 dapat kembali bertambah. Komisi B DPRD Bantul berharap di sisa waktu yang ada pemasukan pendapatan dapat memenuhi target PAD yang ada.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis pada Jumat (22/10/2021) menuturkan setelah beberapa bulan berhenti, PAD dari sektor pariwisata kini bisa mulai dioptimalkan kembali. Mulanya target PAD sektor pariwisata dipatok Rp24 miliar jumlah tersebut lalu mengalami penurunan.

"Kemarin itu targetnya dari pariwisata awalnya kurang lebih Rp24 miliar. Tetapi setelah ada penutupan itu diturunkan menjadi Rp14 miliar," terangnya.

Sebelum wisata ditutup, Wildan menyebut bila capaian PAD telah mencapai sekitar Rp8 miliar. "Berarti untuk mengejar Rp14 miliar itu masih kurang Rp6 miliar dalam waktu kurang lebih dua bulan ini. Ya semoga saja bisa tercapai," tambahnya.

Menurut Wildan guna pengoptimalan pariwisata, pelaku wisata maupun dinas dapat melakukan promosi wisata ke destinasi-destinasi komunitas atau Community Based Tourism (CBT) seperti desa wisata yang banyak di Bantul. Cara ini juga dinilai bisa memecah konsentrasi wisatawan sehingga tidak membeludak di satu destinasi.

BACA JUGA: Kabur dari Kejaran Awak Media, Rachel Vennya Dipeluk Sang Kekasih

Bika wisatawan tersebar, PAD tetap bisa dioptimalkan namun prokes sebagai landasan utama tetap bisa dijalankan. "Di Bantul ini kan sudah mulai banyak menjamur tempat-tempat wisata baru. Supaya para wisatawan tidak terfokus hanya pada satu dua titik, silahkan berwisata ke tempat-tempat yang baru itu," ujarnya.

"Misalkan datang ke lokasi tertentu penuh, silahkan pindah ke lokasi yang lainnya. Sehingga terjaga kapasitasnya, tidak overload. Dan untuk tahu ada destinasi-destinasi itu perlu promosi. Jadi silahkan para pelaku wisata mempromosikan melalui media sosial," tandasnya.