3D Printing Makin Dilirik Keluarga hingga UMKM di Jogja
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Jersey Arema FC (biru) / Wearemania
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Polresta Jogja mengambil alih proses penanganan dan pengusutan kasus pelemparan bus Arema FC dari Polsek Gondokusuman yang terjadi beberapa waktu lalu. Satu terduga pelaku yakni YS, 15, telah diamankan dan disebut akan menempuh proses diversi karena berstatus sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Awal kasus ini terjadi pada Rabu (20/10) malam lalu di Hotel New Saphir Jogja. Bus Arema FC yang terparkir di lokasi hotel dilempar oleh segerombolan orang yang diduga berafiliasi pada kelompok suporter tertentu. Belum diketahui dengan jelas motif penyerangan tersebut dan sejumlah terduga pelaku lainnya masih kabur.
Kasatreskrim Polresta Jogja, AKP Andhyka Donny Hendrawan mengatakan, beberapa waktu lalu petugas telah melakukan pemeriksaan kepada YS. Terduga pelaku ikut didampingi oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA), keluarga YS, serta petugas dari Dinas Sosial setempat. "Dan untuk pelaku yang lain masih kita kembangkan. Saat ini pemeriksaan masih belum selesai, masih kita lanjutkan lagi," kata Andhyka, Minggu (24/10/2021).
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan penuturan YS terduga pelaku lebih dari lima orang. Mereka merupakan kelompok suporter asal Surabaya yang datang ke Jogja dengan menumpang truk. Polisi diklaim dia masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku lainnya.
Andhyka juga menuturkan, petugas akan mengarahkan kasus pidana ini ke jalan diversi karena status YS sebagai ABH. Proses penanganan pun akan mengacu pada Undang-undang Sistem Peradilan Anak (UU SPPA). Meski demikian, pengusutan dan proses penyelidikan akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Tetap ada mediasi karena terduga kan anak di bawah umur dan prosesnya juga mengacu pada hukum anak, kan itu dilindungi makanya tetap kita lakukan mediasi dan nanti proses selanjutnya melibatkan dari Bapas untuk diversi," katanya.
Informasi yang dihimpun, pihak Arema FC disebut telah menarik laporan kepolisian atas aksi pelemparan bus tersebut. Kedua belah pihak bersepakat damai dan enggan melanjutkan ke proses hukum. Hanya saja, Andhyka menyebut bahwa, proses hukum dan penyelidikan kasus serta pengembangan terhadap dugaan terduga pelaku lainnya masih bakal berlanjut.
"Kalau dari kedua belah pihak sudah ada pertemuan dan kesepakatan perdamaian, tapi tetap dari kita yang namanya proses hukum itu masih berlanjut terus dan laksanakan terus. Kedua belah pihak memang sepakat damai, namun laporan tetap kita proses juga karena kan pidana ya," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid soroti mafia tanah yang sulit diberantas lewat kelakar "sampai kiamat kurang dua hari". Ini klarifikasi kementerian.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.