Gasak Motor Schoopy, Maling Spesialis Perhiasan Asal Ponjong Ditangkap
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Pengunjung sedang bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Uji coba pembukaan pariwisata berdampak terhadap geliat wisata di Gunungkidul terus membaik. Kondisi ini terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat sejak pertama kali dibuka pada Rabu (20/10/2021).
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sejak sektor pariwisata dibuka, destinasi wisata mulai diburu para pengunjung. Pada Sabtu (23/10/2021), tercatat pengunjung yang datang mencapai 5.080 orang.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan kunjungan saat libur Maulid Nabi Muhammad pada Rabu lalu, yang bertepatan dengan pembukaan kembali destinasi wisata di Bumi Handayani. Sedangkan untuk kunjungan hingga Minggu sore tercatat ada 11.160 orang memadati destinasi wisata di Gunungkidul. “Saat pembukaan yang datang berkunjung 4.325 orang. Untuk kunjungan hari ini [kemarin] masih dalam proses karena data dari tempat pemungutan retribusi belum masuk,” kata Hary, Minggu (24/10/2021).
Dia menegaskan, untuk uji coba pembukaan mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat dalam penerapan PPKM Level dua. Sebagai contoh, pengunjung wisata wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Selain itu, saat akhir pekan juga diberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan yang masuk area wisata.
Konsekuensi kebijakan ini, sambung Hary, saat libur akhir pekan jumlah personel pengawasan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, SAR Satlinmas hingga petugas dinas perhubungan ditambah sebanyak 80 orang. Dari hasil penyekatan yang dilakukan pada Sabtu kemarin, ada 36 kendaraan yang diminta putar balik karena aturan ganjil genap. Adapun lokasi penyekatan dilaksanakan di rest area Bunder dan Terminal Semin.
“Untuk Minggu belum ada laporan masuk,” katanya.
BACA JUGA: Adakah Pengaruh Gempa Salatiga ke Erupsi Merapi?
Disinggung mengenai penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, Hary mengakui ada sepuluh motor dan sepuluh mobil yang diminta putar balik karena tidak memiliki aplikasi. Sedangkan, pada saat petugas jaga TPR meminta menunukan bukti kartu vaksin, pengendara yang bersangkutan juga tidak bisa menunjukan. “Petugas langsung meminta untuk putar balik, meski sudah berada di area wisata,” katanya.
Hal sama diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griavinto Sakti. Menurut dia, sejak Sabtu sudah dilakukan penyekatan guna menunjang kebijakan ganjil genap di area wisata.
"Untuk Minggu datanya masih dalam proaes rekapitulasi. Adapun yang terkena penyekatan tidak dikenakan sanksi tilang dan hanya diminta putar balik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Pemkab Temanggung mencatat tren peralihan penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite. Stok BBM subsidi dipastikan masih aman.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dimulai Juli 2026. Sekolah berasrama ini ditargetkan menampung sekitar 300 siswa dari keluarga miskin.
Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu. Sejumlah bangunan rusak, Jembatan Palu III ditutup sementara, namun tidak berpotensi tsunami.
Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko heat stroke pada anak. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kesalahan yang harus dihindari.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jogja. Sebanyak 12 destinasi wisata dipantau untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.