BPJS Kesehatan Beri Penghargaan kepada Media

Siti Nadia Tarmizi (kiri) dan Ali Ghufron Mukti (tengah) dalam workshop daring bertema Peran BPJS Kesehatan dalam Penanganan Covid-19, Jogja, Kamis (28/10). (ist - Tangkapan Layar)
29 Oktober 2021 06:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan kepada media massa melalui Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2021. Ada lima kategori dengan masing-masing empat pemenang.

Urutan penghargaan dari juara 1, 2, 3 dan harapan. Untuk kategori media cetak, penghargaan diraih oleh jurnalis dari Tribun Medan, Harian Kompas, Sriwijaya Pos, dan Solopos.

Dari kategori media online, pemenang berasal dari jurnalis suaramerdeka.com, RMOL Jawa Tengah, mediaindonesia.com, dan kompas.com. Bergeser pada kategori foto jurnalistik, pemenang dari jurnalis Koran Sindo, Koran Sindo, Antara Foto, dan Jawa Pos Radar Semarang. Sementara untuk kategori televisi pemenang berasal dari jurnalis RTV, RTV, MNC TV, dan Kompas TV. Kategori radio, pemenang berasal dari RRI Purwokerto, RRI Surabaya, RRI Palembang, dan RRI Sintang.

Menurut ketua panitia penyelenggara lomba, Arief Syaefuddin, total peserta lomba sebanyak 153 jurnalis dari berbagai daerah. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi BPJS Kesehatan terhadap media yang telah berjasa menjadi sumber informasi dan berita terpercaya pada publik.

“Program BPJS Kesehatan tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, termasuk jurnalis. Ini bentuk apresiasi kami pada jurnalis, yang telah banyak membantu menyebarluaskan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat [JKN-KIS] kepada masyarakat,” kata Arief pada acara daring penyerahan penghargaan di Jogja, Kamis (28/10).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan media massa memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terlebih dengan cakupan Indonesia yang sangat luas. Termasuk program-program pemerintah, media massa memiliki peran edukasi di era keterbukaan informasi ini.

“Sehingga seluruh instansi pemerintah diharuskan menyampaikan informasi kepada publik secara transparan dan mudah diakses,” kata Ali.

“Kami bersyukur BPJS Kesehatan masuk dalam kategori informatif. BPJS Kesehatan juga memerlukan peran insan media agar dapat mendukung dan memberi infomasi yang benar, berimbang, dan aktual pada masyarakat terkait kebijakan, inovasi, solusi, dan layanan BPJS Kesehatan yang tentu memerlukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya program JKN-KIS.”

Di Masa Pandemi

Selain pemberian penghargaan kepada media, BPJS Kesehatan juga menggelar workshop pada 28-29 Oktober 2021. Pada hari pertama, workshop bertema Peran BPJS Kesehatan dalam Penanganan Covid-19. Ali menjelaskan di masa pandemi Covid-19 BPJS Kesehatan merupakan verifikator klaim kesehatan dari rumah sakit. Selain itu, BPJS Kesehatan juga membantu dalam pendataan vaksinasi sampai kepengurusan klaim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Di masa pendemi, saat pelayanan tatap muka tidak dianjurkan, BPJS Kesehatan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi. “Tidak hanya Mobile JKN, ada layanan lain seperti Pandawa sampai Chika. Dari yang sebelumnya ruang pelayanan bisa berisi 200-800 orang, dengan berbagai inovasi, kini di ruang pelayanan rata-rata hanya 10-15 orang,” kata Ali.

Narasumber workshop lain, Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan administrasi klaim yang transparan dan akuntabilitas harus diutamakan. “BPJS Kesehatan melakukan verifikasi dalam proses pembayaran klaim dan klaim KIPI. Verifikasi ini juga menjadikan pendataan semakin rapi,” kata Siti.  (ADV)