Belasan Petahana Tumbang di Pemilihan Lurah Gunungkidul

Pemilihan lurah di TPS 2 di Kalurahan Karangasem, Ponjong. Sabtu (30/10/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
31 Oktober 2021 13:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 19 calon lurah petahana kalah dalam pemilihan lurah serentak yang diselenggarakan di 58 kalurahan pada Sabtu (30/10/2021). Penyelenggaraan pencoblosan berjalan dengan aman lancar serta mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mencatat 170 calon lurah yang berpartisipasi dalam pemilihan di 58 kalurahan. Dari jumlah ini, ada 43 calon berstatus petahana yang ingin mempertahankan jabatannya untuk periode enam tahun ke depan.

Meski demikian, tidak semua incumbent terpilih kembali karena 19 orang kalah. Sedangkan 24 calon petahana lainnya berhasil mengamankan jabatan lurah periode 2021-2027.

Pertarungan incumbent tersengit terjadi di Kalurahan Kemejing, Semin. Pariman selaku petahana harus mengakui keunggulan penantangnya dengan selisih empat suara. Pariman mendapatkan dukungan 1.128 suara. Penantangnya, Sugiyarto memenangi pemilihan dengan raihan sebanyak 1.132 suara.

Hal yang sama juga terjadi di Kalurahan Girikarto, Panggang. Lurah incumbent Tuyadi harus mengakui keunggulan lawannya karena hanya mendapatkan dukungan sebanyak 743 suara. Calon lurah terpilih Sumardiyono mendapatkan dukungan sebanyak 1.928 suara.

“Belum rezeki,” tulis Tuyadi dalam pesan singkat melalui WA, Minggu (31/10/2021).

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam Pemilihan Lurah Girikarto. “Dengan segala kerendahan hati, saya dan keluarga mengucapkan terima kasih atas dukungan lahir batin kepada semua pihak yang mendukung,” katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan, dari 43 lurah petahana yang maju, ada 19 orang yang tidak terpilih kembali dalam pemilihan yang diselenggarakan Sabtu kemarin. Menurut dia, semua kemungkinan bisa terjadi karena keputusan sepenuhnya berada di tangan masyarakat.

“Hasilnya yang bisa terpilih ada 24 orang, sedangkan lurah petahana yang gagal ada 19 orang,” katanya.

Menurut dia, lurah petahana yang tak terpilih lagi berasal dari Kalurahan Tancep, Getas, Bleberan, Nglanggeran, Plembutan, Karangtengah, Nglindur, Karangmojo, Sawahan. Selain itu, ada juga di Kalurahan Kenteng, Jatiayu, Kemejing, Karangsari, Kemiri, Giriharjo, Girikarto, Tepus, Dadapayu, dan Pengkol.

“Berkat kerja keras semua pihak, pelaksanaan pemilihan dapat berjalan dengan lancar. Semoga hasilnya sesuai dengan amanah warga di masing-masing kalurahan,” katanya.

Kriswanto menambahkan, pelaksanaan pemilihan di masa pandemi juga mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Jumlah pemilih di setiap TPS dibatasi maksimal 500 orang.