Advertisement

Satgas Covid di Sekolah DIY Diminta Tak Hanya Ukur Suhu

Ujang Hasanudin
Senin, 01 November 2021 - 06:17 WIB
Budi Cahyana
Satgas Covid di Sekolah DIY Diminta Tak Hanya Ukur Suhu Ilustrasi - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Satgas Penanganan Covid-19 di tiap sekolah diminta tidak hanya mengukur suhu dan mengatur jarak duduk siswa. Mereka perlu berkoordinasi dengan orang tua siswa agar siswa yang kurang sehat atau terkena tracing kontak kasus positif dicegah tidak berangkat ke sekolah.

Hal tersebut untuk mengurangi adanya penularan Covid-19 di sekolah seperti yang terjadi di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Sedayu, Bantul.

Pemda DIY meminta kasus penularan Covid-19 di dua sekolah tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua sekolah agar tidak terjadi di sekolah lain.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Satgas Covid-19 di sekolah punya tugas bukan hanya mengukur suhu tubuh, mengatur tempat duduk dan jam pelajaran tetapi punya tugas menyosialisasikan kepada orang tua bagi anak yang bergejala agar jangan berangkat ke sekolah tetapi dibawa ke puskesmas,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Minggu (31/10/2021).

Terkadi penularan Covid-19 di SD Sukoharjo, Sedayu. Selain SD, di SMKN 1 Sedayu juga terjadi penularan, bahkan kasus positif terus bertambah.

Menurut Baskara Aji, kasus tersebut berawal dari siswa yang sudah dinyatakan positif Covid-19 namun tetap masuk sekolah, kemudian pemerintah melakukan tracing dan diketahui ada sejumlah siswa dan guru yang positif Covid-19.

Baskara Aji mengatakan untuk guru dan tenaga kependidikan sudah 100% menjalani vaksinasi. Namun untuk siswa masih ada yang belum divaksin. Meski sudah divaksin namun tetap disiplin protokol kesehatan harus dilakukan.

Ia meminta Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah juga bekerja sama dengan Satgas tingkat kalurahan atau kelurahan, kapanewon, dan kabupaten.

“Kami harap mereka [guru] juga bisa bekerja sama dengan Satgas yang ada di sekolah kerja sama dengan Satgas tingkat kalurahan, kemantren dan kabupaten sehingga semua informasi sampai [orang tua siswa dan masyarakat],” ujar Aji.

Advertisement

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini kembali menegaskan siswa yang sakit tidak memaksakan diri untuk berangkat ke sekolah. Demikian juga siswa yang sudah terkena tracing kontak erat dengan kasus positif agar tidak berangkat sekolah sampai hasil tes PCR-nya keluar.

 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement