RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Plt Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memfasilitasi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengekspor produk kerajinan. Fasilitas ini diberikan dalam bentuk pelatihan dan pendidikan serta seminar yang menghadirkan akademisi dan praktisi.
Untuk seminar dilakukan secara daring pada Jumat (29/10), pekan lalu dengan tema Ekspor Impor yang menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Teguh Budiarto serta Pemilik CV Palem Craft Jogja Deddy Effendy Anakottapary. Seminar berseri tersebut merupakan kali ke-12 atau seri terakhir yang digelar oleh Disperindag DIY sejak awal Juli tahun ini untuk peningkatan kualitas pengelolaan pelaku usaha pelaku IKM di DIY. Tema yang diangkat berbeda-beda.
“Alhamdulillah dari awal pertama sampai ke-12 sudah banyak sekali mulai perencanaan bisnis, pemasaran, negosiasi komunikasi, pemanfaatan IT, inovasi model bisnis sampai ekspor impor. Kalau dijadikan satu kumpulan menjadi buku menarik ini, sudah komplet mulai dari pendekatan pengalaman pelaku atau praktisi, pendekatan teorinya ada dari perguruan tinggi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta, saat membuka seminar berseri secara daring, seperti dikutip Harian Jogja, Senin (1/11).
Selain webinar atau seminar berseri ini, Disperindag DIY selama ini juga telah melaksanakan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan ekpor impor. Pelatihan ini dilakukan oleh Disperindag DIY sendiri, juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan terkait dengan ekspor impor. Materi yang disampaikan di antaranya adalah prosedur ekspor impor, dokumen ekspor impor, surat keterangan asal, kepabeanan, penanganan kargo dan lain-lain.
Dalam kesempatan tersebut Aris juga mengungkapkan bahwa nilai ekspor DIY sejak tiga tahun terakhir terus meningkat meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Nilai ekspor pada 2018 lalu tercatat US$38 juta, pada 2019 tercatat US$70 juta, dan 2020 kembali meningkat US$417.
“Dibandingkan dengan tahun 2020, pada 2021, nilai ekspor DIY diprediksi akan naik. Tantangan ke depan, eksportir DIY harus mencari peluang ekspor ke negara-negara tujuan baru, dan tidak hanya ke negara tujuan ekspor tradisional,” ujar Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.
Pertamina RJBT salurkan 9,3 juta liter avtur untuk 208 penerbangan haji 2026 di Solo dan Jogja.