Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menikmati secangkir kopi robusta yang ditanam di kawasan Gunung Gambar di Kalurahan Kampung, Ngawen. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist.
Harianjogja.com, NGAWEN – Budi daya kopi di Gunung Gambar, Kalurahan Kampung, Ngawen, Gunungkidul akan dihidupkan kembali setelah vakum puluhan tahun. Rencananya dalam waktu dekat akan ditanam 2.000 batang pohon kopi jenis robusta.
Pegiat wisata di Gunung Gambar, Purwo Jayusman mengatakan, kawasan wisata religi Gunung Gambar sempat menjadi sentra budidaya kopi di Gunungkidul. Hasil dari penelusuran melalui buku Mangkunegara penanaman sudah dilakukan sejak 1907. Upaya penanaman kembali di lakukan di medio 1970-1980, namun setelah itu budidaya berhenti sehingga produksi kopi di wilayahnya tidak terlihat lagi.
BACA JUGA : Studi UGM: Kopi Berpotensi Cegah Paparan Virus Corona
Menurut dia, upaya menghidupkan budidaya kopi mulai dikembangkan lagi di 2018. Sebanyak 20 batang pohon kopi di tanam hingga akhirnya bisa kembali produksi. “Di awal produksi hasilnya 10 kilogram kopi robusta Gunung Gambar,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).
Adanya hasil ini, upaya pengembangan akan ditingkatkan lagi. Rencananya pada 10 November akan ditanam 2.000 batang bibit kopi. Menurut dia, budidaya ini sebagai upaya mendukung pengembangan wisata di Kalurahan Kampung.
Jayus menungkapkan, selama ini yang terkenal di Gunung Gambar adalah wisata religi adanya petilasan Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said yang merupakan pendiri Puro Mangkunegara di Kota Solo. Diharapkan dengan pengembangan ini dapat meningkatkan antusiasme kunjungan. “Untuk sementara sudah dibuka menikmati kopi, tapi belum dibuka setiap hari karena terbatasnya produksi kopi dari Gunung Gambar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Kampung, Suparna. Menurut dia, kopi jenis Robusta di Gunung Gambar sudah ada sejak jaman Belanda. Selain itu, juga sempat ada pabrik pengolahan yang dibangun dan lokasinya berada di sebelah utara balai kalurahan.
BACA JUGA : Kisah Marwiyah Temukan Hoki di Kopi Menoreh
“Ada juga bendungan yang dibuat sebagai sarana penopang kebutuhan air pabrik hingga saat ini masih ada,” katanya.
Meski demikian, lanjut Suparna, seiring perkembangan waktu, pemahaman masyarakat tentang pembuatan kopi menghilang sehingga tanaman yang ada banyak dibabat. “Barulah pada era digital sekarang ini, kopi dikenal menjadi komoditas yang bernilai sehingga upaya budidaya dihidupkan lagi. Untuk pengembangan tidak sendiri karena juga ada bantuan dari akademisi asal Korea Selatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Wisata jip Gumuk Pasir Parangtritis menawarkan tiga paket mulai Rp400.000, lengkap dengan rute pantai, offroad dan dokumentasi gratis.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Tiga HP rugged untuk pemadam kebakaran dengan sertifikasi IP68, IP69K dan MIL-STD-810H, serta pilihan baterai hingga 25.500 mAh.
TikTok dan ByteDance setuju membayar denda US$400 juta atau Rp7,05 triliun di AS terkait dugaan pelanggaran privasi data anak.
Mitchell Baker cetak gol perdana bersama Georgetown University di NCAA 2026. Penyerang Timnas Indonesia itu berpeluang kembali dipanggil.