Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Siswa di SD Negeri Tepus 2 saat melaksanakan pembelajaran tatap muka di Balai Dusun Blekonang 1 di Kalurahan Tepus, Tepus, Rabu (3/11/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Puluhan siswa di SD Negeri Tepus 2 di Dusun Blekonang 1, Tepus, Kapanewon Tepus terpaksa belajar di balai dusun sejak diberlakukan sekolah tatap muka. Hal ini dilakukan karena sekolah terkena dampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul masih enggan membangun gedung pengganti karena sekolah tersebut masuk dalam program regrouping. Meski demikian, kebijakan ini belum bisa terealisasi karena wali murid keberatan dengan program ini.
Anggota Komite Sekolah di SD Negeri Tepus 2, Sugiran mengatakan, sekolah sudah dibongkar untuk pembangunan JJLS. Sejak beberapa pekan lalu, pembelajaran tatap muka dilaksanakan di dari Balai Dusun Blekonang 1 dan Blekonang 2 di Kalurahan Tepus.
“Kelasnya sudah tidak ada karena untuk membangun jalan. Sedangkan untuk gedung baru masih belum jelas karena pemkab belum juga membangunkan sehingga pembelajaran dilakukan di balai dusun,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/10/2021).
BACA JUGA: 2 Jembatan Dibangun di Maguwoharjo dan Kalitirto, Salah Satunya Jembatan Gantung
Dia menjelaskan, di SD Negeri Tepus 2 memang kekurangan murid. Di tahun ajaran baru 2021-2021 tidak menerima siswa baru sehingga sekarang tidak ada murid di kelas 1. Adapun total siswa yang dimiliki sebanyak 37 anak.
“Memang ada program regrouping dari dinas, tapi sebenar warga yang keberatan. Sebab di sini banyak siswa yang hanya ikut kakeknya dan jika harus dipindah ke sekolah lain jauh,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Blekonang 1, Wasiranto. Warga berharap kepada pemkab untuk membangunkan gedung yang baru sehingga anak-anak bisa sekolah lebih layak lagi.
Untuk pembangunan, sambung dia, sudah dipersiapkan lokasi yang tak jauh dari sekolah lama. “Ya kalau digabung banyak yang keberatan karena jarak dengan sekolah baru mencapai empat kilometer dan ini bisa jadi kendala sendiri bagi siswa,” katanya.
Ia pun mengaku prihatin terhadap kondisi anak-anak warga yang menggunakan balai balai dusun untuk proses pembelajaran tatap muka. “Mudah-mudahan ada solusi dengan tetap dibangunakan sekolah tidak jauh dari lokasi lama,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo saat dikonfirmasi tidak menampik bahwa anak-anak di SD Negeri Tepus 2 melakukan pembelajaran tatap muka di balai dusun. Hal ini dikarenakan gedung sekolah terkena proyek JJLS. Sedangkan dari sisi kebijakan, pihaknya mendorong regrouping karena siswa kurang.
Menurut dia, ada beberapa alasan yang membuat wacana penggabungan dilakukan. Salah satunya kekurangan murid sehingga tidak memenuhi persyaratan mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah.
“Meman muridnya kurang dan jumlahnya tidak memenuhi syarat mendapatkan BOS. Jadi akan lebih baik digabung, tapi memang masih belum ada kesepakatan dan sekarang masih dalam proses komunikasi dengan warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.