Advertisement

Luncurkan Produk Wig Baru, Hasil Karya WBP Rutan Wates Tembus Pasar Ekspor

Media Digital
Rabu, 03 November 2021 - 11:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Luncurkan Produk Wig Baru, Hasil Karya WBP Rutan Wates Tembus Pasar Ekspor Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Wates sedang memproduksi wig - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO- Rutan Kelas IIB Wates Kulonprogo terus berinovasi dalam bidang pembinaan kemandirian dan peningkatan kualitas SDM. Kali ini masih dalam hal produksi barang kerajinan tangan yang di ekspor ke Luar Negeri.

Setelah beberapa waktu lalu berhasil memproduksi wig keriting Butterfly, kini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Wates merambah ke proses produksi wig yang lebih rumit untuk meluncurkan wig model terbaru yaitu Wig Knitting jenis Colby, Darcy dan Elody.

Dalam proses pembuatannya, Knitting Wig telah diawasi oleh dua orang Karyawan PT Sung Chang yang ditugaskan di Rutan Kelas IIB Wates untuk memastikan kualitas dan kuantitas dari wig yang dihasilkan serta memberikan arahan dan masukan agar WBP lebih terampil dalam Knitting wig tersebut. Pengawasan Knitting wig ini telah berlangsung sejak awal Oktober lalu setelah WBP diberikan pengenalan produk baru tersebut oleh Kepala Personalia PT Sung Chang Indonesia, Ana Rahmiyati.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Untuk knitting rambut ini memerlukan ketelitian yang ekstra dalam perangkaiannya karena harus menyusun helai demi helai rambut kedalam lubang lubang kecil yang ada. Namun dengan semangat dan keaktifan para WBP, sedikit demi sedikit wig dapat tersusun.

Untuk diketahui wig hasil produksi ini akan diekspor ke luar negeri oleh PT Sung Chang Indonesia setelah dilakukan finishing. Wig tersebut cukup diminati pasar luar negeri terutama pasar Eropa, Amerika dan Jepang. Untuk hasil produksi dari Rutan Kelas IIB Wates, WBP setiap harinya dapat memproduksi setidaknya 80-100 Pcs Wig Knitting dengan jenis yang berbeda beda.

Baca juga: Antisipasi Narapidana Kabur, Ini yang Dilakukan Rutan Kelas II B Bantul

Karutan Wates, Deny Fajariyanto, yang selama ini memantau proses Knitting Wig merasa takjub kepada para WBP karena semangat dan ketelitiannya dalam merangkai Wig sangat hebat. Ia berpesan agar seluruh kegiatan bimbingan kerja bagi WBP dapat terpantau dengan baik dan dikembangkan agar mempunyai nilai tambah yang lebih baik lagi.

"Semangat dan ketelitian WBP ini patut diacungi jempol, sangat rumit prosesnya tapi beberapa dari mereka sudah sangat lihai. Saya harap proses kegiatan bimbingan kerja yang ada ini selalu terpantau serta kembangkan lagi dengan inovasi-inovasi terbaru yang dapat menambah nilai produk agar maksimal dan lebih baik lagi," pesan Deny dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (3/11/2021). 

Dari kegiatan ini WBP mendapatkan premi dengan jumlah dengan nominal yang beragam tergantung dengan jenis Wig Knitting yang dibuat karena setiap jenis wig tersebut memiliki tingkat kesulitan masing masing. Premi tersebut biasanya akan dikumpulkan oleh WBP dan disimpan dalam kartu Brizzi (cashless) yang nantinya premi tersebut akan diberikan kepada keluarga mereka masing masing.

Advertisement

Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi para WBP dalam mengembangkan kemampuan para WBP dalam bidang Industri serta peningkatan kualitas SDM. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bekal kemampuan ketika mereka keluar nanti. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement