Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari Indramayu
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu secara resmi menyerahkan uang hasil sita lelang perkara korupsi Perumda BPR Karya Remaja Indramayu (KRI) kepada LPS
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Wates sedang memproduksi wig/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO- Rutan Kelas IIB Wates Kulonprogo terus berinovasi dalam bidang pembinaan kemandirian dan peningkatan kualitas SDM. Kali ini masih dalam hal produksi barang kerajinan tangan yang di ekspor ke Luar Negeri.
Setelah beberapa waktu lalu berhasil memproduksi wig keriting Butterfly, kini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Wates merambah ke proses produksi wig yang lebih rumit untuk meluncurkan wig model terbaru yaitu Wig Knitting jenis Colby, Darcy dan Elody.
Dalam proses pembuatannya, Knitting Wig telah diawasi oleh dua orang Karyawan PT Sung Chang yang ditugaskan di Rutan Kelas IIB Wates untuk memastikan kualitas dan kuantitas dari wig yang dihasilkan serta memberikan arahan dan masukan agar WBP lebih terampil dalam Knitting wig tersebut. Pengawasan Knitting wig ini telah berlangsung sejak awal Oktober lalu setelah WBP diberikan pengenalan produk baru tersebut oleh Kepala Personalia PT Sung Chang Indonesia, Ana Rahmiyati.
Untuk knitting rambut ini memerlukan ketelitian yang ekstra dalam perangkaiannya karena harus menyusun helai demi helai rambut kedalam lubang lubang kecil yang ada. Namun dengan semangat dan keaktifan para WBP, sedikit demi sedikit wig dapat tersusun.
Untuk diketahui wig hasil produksi ini akan diekspor ke luar negeri oleh PT Sung Chang Indonesia setelah dilakukan finishing. Wig tersebut cukup diminati pasar luar negeri terutama pasar Eropa, Amerika dan Jepang. Untuk hasil produksi dari Rutan Kelas IIB Wates, WBP setiap harinya dapat memproduksi setidaknya 80-100 Pcs Wig Knitting dengan jenis yang berbeda beda.
Baca juga: Antisipasi Narapidana Kabur, Ini yang Dilakukan Rutan Kelas II B Bantul
Karutan Wates, Deny Fajariyanto, yang selama ini memantau proses Knitting Wig merasa takjub kepada para WBP karena semangat dan ketelitiannya dalam merangkai Wig sangat hebat. Ia berpesan agar seluruh kegiatan bimbingan kerja bagi WBP dapat terpantau dengan baik dan dikembangkan agar mempunyai nilai tambah yang lebih baik lagi.
"Semangat dan ketelitian WBP ini patut diacungi jempol, sangat rumit prosesnya tapi beberapa dari mereka sudah sangat lihai. Saya harap proses kegiatan bimbingan kerja yang ada ini selalu terpantau serta kembangkan lagi dengan inovasi-inovasi terbaru yang dapat menambah nilai produk agar maksimal dan lebih baik lagi," pesan Deny dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (3/11/2021).
Dari kegiatan ini WBP mendapatkan premi dengan jumlah dengan nominal yang beragam tergantung dengan jenis Wig Knitting yang dibuat karena setiap jenis wig tersebut memiliki tingkat kesulitan masing masing. Premi tersebut biasanya akan dikumpulkan oleh WBP dan disimpan dalam kartu Brizzi (cashless) yang nantinya premi tersebut akan diberikan kepada keluarga mereka masing masing.
Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi para WBP dalam mengembangkan kemampuan para WBP dalam bidang Industri serta peningkatan kualitas SDM. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bekal kemampuan ketika mereka keluar nanti. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu secara resmi menyerahkan uang hasil sita lelang perkara korupsi Perumda BPR Karya Remaja Indramayu (KRI) kepada LPS
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.