Misi Bangkit PSS Sleman, Pieter Huistra Incar Tiga Poin di Maguwoharjo
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Para komika saat tampil melawak secara bersama-sama dalam sesi penutupan Stand Up Hutan di Panggung Sekolah Hutan, kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Minggu (25/11/2018)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, BANTUL- Beberapa wisatawan terpaksa ditolak masuk kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan selama objek wisata kembali dibuka. Wisatawan-wisatawan tadi terpaksa ditolak masuk karena dari aplikasi Peduli Lindingi menunjukkan mereka masuk dalam daftar hitam.
Pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan, Anang Suhendri pada Kamis (4/11/2021) menyebutkan semenjak uji coba pembukaan Hutan Pinus Sari hingga sekarang tercatat tujuh orang terpaksa ditolak karena masuk daftar hitam. Warna hitam pada aplikasi Peduli Lindungi menunjukkan orang yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 atau masuk dalam kontak erat.
Tujuh orang daftar hitam tersebut bukanlah dalam rombongan yang sama. Mereka juga datang di waktu yang berbeda-beda. "Ya itu tujuh kali [kejadian]. Jadi dalam satu rombongan itu cuma ada satu yang hitam," tambahnya.
BACA JUGA: Iwan Fals Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik ke Metro Jaya
"Itu rombongannya enggak banyak kok waktu itu. Ada yang cuna pakai motor, ada juga yang pakai mobil," tandasnya.
Dari tujuh orang yang masuk daftar hitam, tidak ada satu pun wisatawan yang mau menjalani isolasi di ruang isolasi sementara. "Beliaunya enggak berkenan diisolasi malah milih pulang. Teman-teman rombongannya ikut pulang, tahu temannya hitam, lainnya juga ikut pulang" tutur Anang.
"Waktu kita jumpai yang hitam itu belum sampai di loket, belum sampai situ. Masih di area parkiran sudah kita siapkan untuk kode QR-nya itu. Jadi beliau-beliaunya sudah memindai di area parkir itu," tambahnya.
Setelah mendapati warna hitam pengunjung yang bersangkutan menanyakan kondisi tersebut ke petugas. Petugas lantas meminta tujuh orang tersebut untuk menjalani isolasi mendiri, namun menolak.
"Mereka menyangkal, enggak mengakui kalau bahwa dia itu habis swab. Orang saya enggak swab kok ada hasilnya kaya gini," tuturnya.
Meski menyangkal pengelola tetap tidak bisa menerima wisatawan daftar hitam. Menurut Anang hal itu sangat berisiko terhadap para petugas pengelola wisata dan pengunjung lainnya. "Hampir semuanya menyangkal," imbuhnya.
"Kita sarankan ke ruang isolasi sementara itu. Kalau beliau enggak mau, memilih pergi, memilih pulang ya kita persilahkan. Dari pada kita banyak berdebat mending kalau dia mau pulang dan kita pastikan dia tidak kemana-mana lagi," tandasnya.
Anang tidak bisa memastikan ketujuh wisatawan yang sempat masuk daftar hitam berasal dari mana. Ada wisatawan yang sempat ditanyai asalnya namun menolak memberikan informasi.
"Sempat ketemu langsung ke saya, saya tanyain, mbak dari mana alamatnya boleh tunjukan identitasnya. Dia jawab enggak usah mas saya tak milih pulang saja. Dari pada saya nunggu di ruang isolasi sementara, saya pasti dijemput dari petugas kesehatan. Masnya pasti manggil dari tim kesahatan, saya tak pulang saja," tutur Anang menceritakan percakapannya dengan wisatawan.
Ketujuh wisatawan daftar hitam tersebut ditolak pada medio September hingga Oktober. Pada November ini Anang belum menemukan wisatawan yang masuk daftar hitam. Dari kejadian teraebut Anang tak menampik bila Peduli Lindungi menjadi proteksi atau barier pengelola wisata dari potensi risiko paparan Covid-19 dari wisatawan yang masuk daftar hitam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.