Kulonprogo Kejar PAD Pariwisata Rp2,4 Miliar

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo saat menutup objek wisata pantai Glagah pada Sabtu (3/7/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\r\\n
05 November 2021 11:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar sekitar Rp3,8 miliar menjadi target dari Dinas Pariwisata Kulonprogo di tahun 2021. Berdasarkan catatan dari Dinas Pariwisata Kulonprogo, capain PAD per akhir Oktober telah menyentuh angka Rp2,4 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan jawatannya masih memiliki waktu dua bulan untuk mengejar target PAD dari sektor pariwisata. Jika target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp3,8 miliar. Sedangkan, capaian PAD baru menyentuh angka Rp2,4 miliar.

Artinya, Joko dan jawatannya masih harus mengejar target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp1,4 miliar. "Kita masih memiliki waktu selama sekitar dua bulan untuk mengejar target capaian PAD sektor pariwisata di tahun 2021 ini," kata Joko saat dikonfirmasi pada Kamis (4/11/2021).

BACA JUGA : 31 Objek Wisata di Kulonprogo Segera Dibuka, Ini Daftarnya

Joko optimis jika target PAD dari sektor pariwisata mampu dicapai. Keyakinan Joko berangkat dari momentum dilonggarkannya PPKM berjenjang di wilayah DIY, termasuk Kulonprogo. Sejumlah objek wisata juga telah diberikan izin untuk membuka destinasinya dengan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Jumlah kunjungan di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo maupun warga semakin melonjak. Seperti destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat di Sendangsono yakni sebanyak 5.209 pengunjung, Pantai Mlarangan Asri sebanyak 3.439 pengunjung, Mangrove Jembatan Api-api (MJAA) sebanyak 1.132 pengunjung dan Sungai Mudal sebanyak 459 pengunjung," kata Joko.

Berdasarkan data dari Dinpar Kulonprogo, total jumlah wisatawan ke destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo di Pantai Glagah mencapai 16.444 pengunjung, Waduk Sermo sebanyak 3.920 pengunjung, Pantai Congot sebanyak 2.201 pengunjung, Pantai Trisik sebanyak 374 pengunjung, kawasan Jatimulyo sebanyak  350 pengunjung dan Goa Kiskendo sebanyak 169 pengunjung.

Guna mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggenjot PAD dari sektor pariwisata, Dinpar Kulonprogo sendiri bakal menggelar festival Nusabrata pada November ini. Kegiatan tersebut terdiri dari tujuh kegiatan kolaboratif yang akan dilaksanakan di berbagai destinasi wisata di Kulonprogo.

"Ketujuh kegiatan tersebut adalah Gelar CHSE Kemataraman, Fam Trip Difabel, Fasilitas Pengembangan Wisata Bukit Cubung, Festival Paralayang Wisata, Menoreh Food Festival, Festival Pacak Sepuran, dan Wisata Among Tani Lahan Pertanian Surjan," sambung Joko.

Joko menjelaskan secara singkat detail dan tujuan dari masing-masing tujuh kegiatan. Rangkaian kegiatan secara umum diselenggarakan bertujuan untuk menata, menumbuhkan, serta memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang ada di Kulonprogo.

"Tentu harapan kita, ketujuh rencana kegiatan tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memacu perkembangan laju pembangunan kepariwisataan di Kulonprogo yang memiliki visi pariwisata kolaboratif, berbasis budaya, berkelanjutan, dan berkelas dunia," kata Joko.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengapresiasi dan mendukung rencana kegiatan Nusabrata yang akan dilaksanakan oleh Dinpar Kulonprogo. Sutedjo menilai kegiatan Nusabrata adalah bukti bahwa Dinas Pariwisata Kulonprogo telah bekerja dengan konsep yang matang.

"Tentu masih ada rekan-rekan pengelola wisata kita yang perlu dibekali secara riil pemahaman tentang CHSE ini. Oleh karena itu, saya sangat mendukung kegiatan simulasi CHSE," ujar Sutedjo.